Ticker

6/recent/ticker-posts

Pemkab OKU Selatan

Akuisisi Aset PT Mitra Kerinci, PTPN IV Kembangkan Produk Sekaligus Ekspansi Pasar Teh Hijau


Medan, NUANSA POST

Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus berkomitmen mengembangkan dan memperluas pangsa pasar produk teh hijau. Komitmen dibuktikan dengan aksi-aksi korporasi yang ditempuh Perseroan.

Di antaranya dengan mengakuisisi aset milik PT Mitra Kerinci oleh PTPN IV, anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero). PT Mitra Kerinci selama ini berada di bawah naungan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)Jumat, 18 November 2022.

Sebagai bentuk keseriusan, PTPN IV dan PT Mitra Kerinci telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Aset Bersyarat (CASPA).

Acara yang berlangsung di Gedung Agro Plaza, Jakarta Selatan, Rabu (16/11/2022) ini disaksikan langsung oleh Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), SEVP Business Support PTPN IV, Direktur PT Mitra Kerinci, dan Kepala Bagian Optimalisasi Anak Perusahaan dan Aset PTPN IV Muzani.

Turut hadir Asisten Deputi Perkebunan dan Kehutanan serta Asisten Deputi Industri Pangan dan Pupuk Kementerian BUMN.

Direktur PTPN IV yang diwakili oleh SEVP Business Support PTPN IV Budi Susanto mengatakan, akuisisi aset ini merupakan implementasi dari arahan strategis Kementerian BUMN melalui Holding Perkebunan PTPN III (Persero).

Sedangkan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) selaku Holding Industri Pangan akan fokus pada aktivitas bisnis pangan dan penunjangnya."Maka industri perkebunan teh yang dimiliki oleh PT RNI melalui anak perusahaan yakni PT Mitra Kerinci akan diakuisisi oleh PTPN IV," ujar Budi.

Selama ini, PTPN IV telah memiliki unit bisnis kebun dan pabrik pengolahan teh. Perusahaan memproduksi teh hitam orthodox dengan sistem penjualan bulking maupun retail dengan merk dagang Butong Tea dan Tobasari Tea.

Budi berharap akusisi mampu memacu kinerja PTPN IV maupun PalmCo nantinya dalam pengembangan bisnis teh hijau. Langkah ini diharap memperluas jangkauan dan pangsa pasar PTPN IV sebesar 1,5% - 2,5%.

"Akuisisi ini juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar di mana peningkatan konsumsi teh di dalam negeri sebesar 2,92% setiap tahunnya yang selama ini dipenuhi dengan cara impor dari beberapa negara," kata Budi.

Secara terpisah, Kepala Bagian Sekretariat Perusahaan PTPN IV Riza Fahlevi Naim menyebutkan, PT Mitra Kerinci merupakan Anak Perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia. Dulu, perusahaan ini bernama PT Perkebunan Mitra Kerinci. Perusahaan berdiri sejak 1990 di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Lokasinya berdampingan dengan Taman Nasional Kerinci Seblat.

Tidak hanya memiliki kebun, PT Mitra Kerinci juga mengelola pabrik. Perusahaan menjalankan budidaya, produksi dan penjualan produk teh. PT Mitra Kerinci mengelola kebun dengan izin Hak Guna Usaha seluas 2.025 hektare.

Perusahaan yang berkantor di Jalan Manggis 26 Padang, Sumatera Barat ini punya beragam produk andalan. Antara lain Green Tea Grade, Black Tea Leafy Grade dan Black Tea Broken Grade. Perusahaan memakai merek Liki Tea untuk tiap produknya.

PT Mitra Kerinci memiliki kapasitas produksi 2.000 ton black tea kering per tahun dan 2.200 ton green tea kering per tahun. Pada 2020 lalu, terdapat 144 orang karyawan yang bekerja di perusahaan ini.

“Karena keindahannya, Kebun Liki Tea juga dimanfaatkan sebagai agrowisata. Di tempat ini, terdapat 5 titik air terjun, kemudian lokasi pemandian alam,  wisata tea walk serta Cafe Liki. Air terjun ini nantinya dapat dimanfaatkan sebagai pengembangan unit pembangkit listrik,” sebut Riza Fahlevi Naim.(TIM)

 

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA