Ticker

6/recent/ticker-posts

Mantan Kapolda Jabar : Gerakan Tolak Khilafah di Monumen Juang Bandung Menunjukan Bahwa Golongan Nasionalis Pembela NKRI Masih Ada dan Militan


 

Bandung,NUANSA POST---Pada tanggal 17 Agustus tahun 2022 ada peringatan upacara yang agak khusus bertempat di Monument Juang Bandung, yang dilakukan oleh Koalisi Rakyat Bersatu yang dikoordinir Comunitas SAMMARI ( Solidaritas Aksi Masyarakat Militan Anti Radikalisme dan Intoleran ) berkumpul 109 komunitas yang terdiri dari LSM , ormas ,paguyuban seni budaya, kelompok etnis, FKUB , akademisi dll. 

Hal yang istimewa yg dilakukan oleh kelompok tsb yakni mereka sengaja mengadakan upacara sekaligus melakukan deklarasi untuk menjaga NKRI, dimana saat ini  khususnya untuk Melawan  Faham Khilafah & NII, yang akhir-akhir ini sering mendeklarasikan diri untuk menegakan faham tsb di bumi pertiwi ini

Bertindak selaku pembina upacara mantan Kapolda Jabar Irjen Pol (Purn) Dr. H.Anton Charliyan,MPKN  .Dalam sambutannya, Abah Anton panggilan akrabnya mengatakan bahwa dengan dilakukanya upacara saat ini menunjukkan bahwa kaum nasionalis masih ada , masih militan dan sangat banyak , menolak dengan tegas faham-faham yang ingin merongrong NKRI seperti : sosialis, komunis ,liberalis , terutama  faham khilafah dan NII, justru disaat inilah dihari Kemerdekaan yang ke 77 akan dijadikan moment untuk bangkit melawan faham NII & Khilafah tsb sampai titik darah terakhir. 


Dalam kesempatan upacara tsb Ketua SAMMARI Budi Hermansyah membacakan deklarasi yang isinya antara lain menyatakan ; Bahwa Rakyat Jabar yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Bersatu SAMMARI siap Melawan segala bentuk intoleran dan radikal, serta mendesak Pemda Jabar dan pemda-pemda di seluruh Indonesia untuk membuat Perda anti Intoleran dan Radikalisme.

Upacara diikuti kurang lebih 1500 peserta,  dilanjutkan dengan Pawai Akbar kendaraan, merah putih berjumlah sekitar 1000 kendaraan keliling keliling Kota Bandung .Dengan Thema “Selamatkan Indonesia  !!! Kami kaum Nasionalis masih ada, Banyak , Militan dan Tidak tidur, dengan Motto :    Pancasila Yes - Khilafah No.

Indonesia Bangkit Indonesia Tangguh... 

Sebelum Upacara Berlangsung, diadakan pula acara gelar budaya yang cukup apik dengan menampilkan, pembacaan  puisi-puisi perjuangan, seni barongsay, tari jaipong, tari ketuk tilu, pencak silat panglipur , debus pimpinan Wa Deden dan ditutup dengan  Kabaret Sepatu Roda. Pelaksanaan upacara berlangsung khidmat dan penuh semangat.(REDI MULYADI)****

 

 

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA