Ticker

6/recent/ticker-posts

Forum Aliansi Kedaulatan Rakyat (Forum AKAR) Sebagai Anggota Organisasi WALHI Ikuti Acara Pertemuan Nasional Lingkungan Hidup

 


Kota Banjar,NUANSA POST

Forum Aliansi Kedaulatan Rakyat (Forum AKAR) sebagai anggota organisasi WALHI mengikuti acara Pertemuan Nasional Lingkungan Hidup (PNLH) "yang di selenggarakan oleh WALHI nasional yang bertempat di Kota Makasar yang dimulai dari 19- 22 September 2021, yang diikuti oleh 516 organisasi anggota WALHI yang terdiri dari 28 provinsi seluruh Indonesia.Dalam acara tersebut sekaligus menentukan dan pemilihan calon ketua atau Eksekutif Nasional WALHI untuk periode 2021 sampai dengan 2025

Sementara itu, Ibu Nur Hidayat sebelum melepaskan jabatan nya memberikan sambutan di depan para peserta PNLH, bahwa PNLH (pertemuan nasional lingkungan hidup) merupakan suatu rangkaian kegiatan konsolidasi gerakan advokasi masyarakat sipil yang fokus pada isu isu sumber daya alam, lingkungan hidup, dan hak hak rakyat. Yang mengusung tema "MEMPERTEGAS PENGAKUAN WILAYAH KELOLA RAKYAT UNTUK MEWUJUDKAN KEADILAN EKOLOGIS". Yang mana WILAYAH KELOLA RAKYAT adalah suatu konsep tanding yang di usung WALHI untuk melawan model eksplorasi ruang hidup dan penghidupan warga dan komunitas oleh sistem ekonomi kapitalis yang di terapkan oleh negara saat ini, katanya

                Beliau menambahkan,  WKR (Wilayah Kelola Rakyat) adalah suatu sistem Kelola wilayah oleh komunitas yang integratil dan partisipatif, baik dalam proses tata kuasa, Kelola, produksi, dan konsumsi, melalui mekanisme penyelenggaraan yang senantiasa memperhatikan fungsi sumber daya alam dan lingkungan hidup sebagai pendukung kehidupan, berdasarkan nilai dan kearifan setempat guna mewujudkan kemakmuran yang berkeadilan dan berkelanjutan. Hubungan saling keterkaitan dan ketergantungan antar seluruh komponen ekosistem, biotik, abiotik, manusia dan non manusia, perempuan dan laki laki yang stabil dan seimbang harus dipertahankan, dan ini merupakan esensi dari WKR.

Selain itu ditambahkan oleh Bu Nur Hidayat dalam sambutannya, pemakaian bahan bakar fosil seperti batu bara tidak tidak hanya meninggalkan lubang lubang bekas tambang yang beracun, namun juga mengakibatkan dampak kesehatan di wilayah wilayah dimana terdapat pembangkit listrik Batubara dengan cerobong cerobong yang mengeluarkan asap beracun. Pembakaran bahan bakar fosil juga mengakibatkan pemanasan global, dampak pemanasan global memperburuk kondisi wilayah wilayah yang sudah kehilangan keseimbangan daya dukungnya akibat model pembangunan yang ekspoitatip. Dampak pemanasan global berpengaruh pada jutaan warga masyarakat yang kehidupannya bergantung langsung pada alam, seperti petani dan nelayan tradisional, dan kelompok kelompok warga dan komunitas rentan lainnya yang jauh dari akses sumber daya dan kapasitas yang terbatas. ,atanya.

Disamping masalah lingkungan hidup bu Yaya nurhidayati, juga menyinggung masalah kemiskinan struktural dan konflik sosial, ketidak   adilan penguasaan dan pemanfaatan ruang baik di darat, pesisir, laut, dan Pulau Pulau kecil yang lebih memprioritaskan entitas korporasi di bandingkan komunitas adalah konsekuensi dari sistem ekonomi yang melihat ruang/wilayah dan seluruh entitas yang ada di dalamnya semata sebagai komoditas untuk menghasilkan keuntungan pinansial bagi kelas kapitalis. Belum lagi, pemberian konsesi konsesi oleh pemerintah kepada perusahaan di lakukan tanpa konsultasi dan persetujuan dari warga dan komunitas lokal terdampak. Sistem ekonomi kapitalistik ini berjalan seiring dengan sistem politik authoritarian yang mengekang kebebasan sipil dan meredam ekspresi warga dan komunitas yang menentang sistem sistem tersebut. Tidak sedikit komunitas dan warga mengalami aksi represip aparat keamanan dan militer, serta kriminalisasi ketika mereka berusaha mempertahankan ruang hidup dan sumber sumber pencarian kehidupan mereka,

[              Dalam acara PNLH tersebut para calon eksekutif nasional adalah, Dana Tarigan berasal dari sumatra Utara, Anton dari Kalimantan Barat, Mulaimin dari Sumatera Selatan, Zenzi Suhadi dari Bengkulu.

Untuk dewan nasional ada 6 calon ke semuanya secara otomatis dan aklamasi menjadi dewan nasional, diantaranya Dalam pemilihan tersebut di menangkan oleh Zenzi Suhadi dengan total suara 261; Dana Tarigan mendapatkan 169 suara,  Mulaimin mendapatkan 41 suara dan Anton 28 surat; Asmar  dari Sulawesi Selatan,Dwi Sudarsono NTB, Dwi Retnastuti Jabar, Ismet Solaeman Maluku, Reynaldo Sembiring DKI Jakarta, Susanto Kurniawan Riau. Selamat untuk ketua atau Eksekutif Nasional WALHI yang baru. Semoga WALHI mengakar sampai ke bawah. (RUSWAN HIMAWAN)***

 

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA