Ticker

6/recent/ticker-posts

Busari Muslim Bantah Serobot Tanah Masyarakat


Dumai, NUANSA POST

Busari Muslim, S,Sy., M.IP., bantah dirinya menyerobot lahan tanah masyarakat Kelurahan Pelintung untuk penimbunan jalan Hj Abdul Naim sepanjang satu kilometer di Pelintung Dumai. Pernyataan tersebut menanggapi pemberitaan salah satu media online redaksi Rohil.

”Terkait pemberitaan nama saya di salah satu media, saya akan menjawab tudingan tersebut. Kita bersama masyarakat hanya meratakan tanah jalan yang lebarnya 20 meter. Sejak 1981 sudah ada parit kiri dan kanan jalan. Jadi, tidak ada sedikit pun mengeruk, menyerobot atau menggali tanah milik orang lain,” kata Busari Muslim, kepada NUANSA POST, Kamis (09/09/2021) di temui di salah satu unit usahanya, Kelurahan Pelintung.

Selain itu, kata BM (panggilan pada beliau sehari-hari), penimbunan yang di kerjakan selama bertahun-tahun tidaklah mudah. Cukup banyak rintangan dan hambatan, mulai dari kontur alam tak bersahabat, birokrasi sulit, ancaman hingga beberapa oknum yang mempermasalahkan jalan tersebut.

Namun BM tak pernah patah arang. Semangat serta dukungan keluarga dan masyarakat, beliau tetap menyelesaikan jalan. Rasa takut di penjara di kesampingkan.

"Saya berbuat, bukan untuk kepentingan pribadi, tapi demi masyarakat. Surat saya berpantang. Tentu saja ucapan saya punya dasar yang sangat kuat, karena masyarakat pengguna jalan selalu memberi motivasi dan dukungan untuk penyelesaian jalan," optimis BM.

”Ucapan terimakasih tak terhingga, tak dapat di sebut satu persatu. Terimakasih bagi Pemko, Camat, Lurah, RT, LPMK, Karang Taruna dan perusahaan-perusahaan serta masyarakat, yang sudah memberi dukungan," tutur BM senyum ramah, sambil persilahkan Jurnalis cicipi makanan ringan.

"Warga Pelintung dan sekitar, khusus warga RT 01 hingga RT 06, yang gunakan jalan rawa gambut sepanjang 1 kilometer tersebut, patut berbangga hati. Karena, jalan berrawa semenjak di buka 1981 itu, diperintahkan langsung Kepala Desa saat itu, H. Abdul Naim (alm)," urai lulusan Magister Ilmu Pemerintahan dari salah satu Perguruan Tinggi Riau lagi.

Di terangkan BM, saat itu perintah almarhum cukup jelas. Agar dirintis jalan selebar 20 meter sebagai akses ke ladang. Lalu lakukan penggalian parit untuk di jadikan badan jalan dengan menggunakan dana Bandes."Alhamdulillah jalan tersebut sudah selesai di timbun," syukur pria aktivis Karang Taruna ini.

Di sampaikan lagi, bahwa saat ini ia telah kantongi surat keterangan dari Dinas PU yang ditandatangani Camat, Lurah, LPMK, Karang Taruna serta surat kesepakatan 6 RT dan surat kesepakatan bersama anak laki-laki tertua H. Abdul Naim yaitu KH. Adnan (alm), untuk merubah nama jalan dari Rawa Sekilo menjadi jalan H. Abdul Naim.

Menurut historis kekeluargaan, Busari Muslim tak lain tak bukan, menantu dari Kades tersebut.

Bekerja sama dengan unsur masyarakat berjibaku lakukan penimbunan sejak awal tahun 2013 sampai dengan 2017. Lalu, saat finishing, beberapa perusahaan sekitar, seperti PT.  Wilmar Group dan perusahaan rokok PT. Gudang Garam.

Kebetulan hingga kini,  perusahaan tersebut sangat baik hubungannya dengan masyarakat sekitar.

Menurut keterangan dari A. Rahim atau lebih di kenal Ucu Yen, mantan Ketua RT 06,  sekaligus orang yang di tuakan serta termasuk Tokoh Masyarakat terangkan, beliau di perintah langsung Kepala Desa saat itu H. Abdul Naim (alm) bersama 2 orang temannya, yaitu Muhammad Nur alias Nurtai (alm) dan Hasyim alias Lenggok, untuk merintis jalan tersebut, dengan lebar 20 meter.

Saat ini, jalan Arifin Achmad, menurut keterangan beliau,  bahwa amanah dari alm Cik Naim (penggilan beliau ke pak Kades), bahwa barang siapa yang bisa menimbun gunakan pasir di rawa-rawa hingga ke rumah saya di bukit sana, maka bila tanah pasirnya tersisa silahkan mau di bawa ke mana saja, asal hal ini juga senada dengan bahasa beberapa tokoh masyarakat di Pelintung," imbuh Bilal Makruf, dan teman dekat alm H. Abdul Naim, yaitu H. Soeparto, yang mendengar kabar, dari mulut ke mulut.

”Di samping itu, melalui ponsel,  kami mendapat keterangan dari salah satu Tokoh Penting, pada era 1990-2001, bahwa jalan sepanjang 16 KM itu memang di peruntukan sebagai jalan penghubung antar Desa, mulai dari Kelurahan Gurun Panjang, Kecamatan Bukit Kapur, di tembus sampai ke Desa Pelintung, Desa Guntung, Desa Teluk Makmur dan Desa Mundam, yang mana saat itu pusat Pemerintahan nya adalah Kecamatan Bukit Kapur," kata Busari Muslim.Sementara itu, H. Azali Johan selaku mantan Bupati Bengkalis,  jelaskan melalui ponsel "Kebijakan pembuatan jalan itu di buat oleh Pemerintah Kabupaten Bengkalis, yang mana saat itu kepala PU nya bapak Bukhari, jelas beliau kepada NUANSA POST.

"Harapan saya bersama masyarakat, jalan yang sudah di timbun lebih dari 1 KM, hendaknya Pemerintah ikut andil langsung untuk masalah penganggaran, mengingat jalan tersebut bisa menjadi alternatif untuk menghindari kepadatan jalan Ariffin Ahmad yang cukup padat," pungkasnya.(RHS)

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA