Ticker

6/recent/ticker-posts

Semarak HUT Kemerdekaan RI Ke-76, Rutan Kelas IIB Dumai Komit Perangi Narkoba dan Cipta Lingkungan Tertib serta Kondusif

 


Dumai - NUANSA POST

Seminggu terakhir, Rutan Kelas IIB Dumai laksanakan razia rutin beberapa kamar secara acak.Hasilnya, ditemukan beberapa benda terlarang seperti HP serta pencas, headshet, kabel, element pemanas air, beberapa sajam rakitan dari gagang sikat gigi.Namun tidak ditemukan narkoba.Penggeledahan kamar dilakukan, untuk meminimalisir peredaran barang dan benda terlarang dan berbahaya.

Kegiatan dilakukan sebagai implementasi 3 kunci Pemasyarakatan Maju yaitu; deteksi dini gangguan Kamtib, berantas narkoba, dan sinergi dengan APH.

Kepala Rutan Pance Daniel Panjaitan, A.Md.P., S.H., M.M., beserta Ka. Komandan Pengamanan Rutan (KPR) Pandu, A.Md.P.,  S.Tr.Pas., dan jajaran pengamanan lain juga rutin lakukan deteksi dini, dengan kontrol keliling bangunan tuk mengecek dan mengetahui titik-titik rawan.

"Ini sebagai komitmen bersama  dalam perang terhadap pemberantasan dan pencegahan peredaran gelap narkoba dan menciptakan suasana Rutan Dumai yang tertib dan kondusif jelang HUT Kemerdekaan RI ke-76. Dengan ini, diharap kedepannya Rutan tetap tertib, aman, dan kondusif. Serta bersih dari benda terlarang dan bersih dari narkoba," tutup Pandu.

Tersangka YD Berupaya Larikan Diri

Dikonfirmasi Senin (16/08/2021) di ruang kerjanya, KPR Pandu klarifikasi tentang upaya melarikan diri seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) inisial YD dari ruang perawatan Irna lantai 2 RSUD Sabtu (14/08) dini hari, KPR Pandu berucap "Hasil investigasi, YD memang sudah ada niat melarikan diri".

Diterangkan, sebelumnya YD (Warga Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis-Riau) masuk RSUD pada Selasa (10/08/2021) siang,  karena penyakit pernafasan dan lambung. Petugas Rutan turut mendampingi mulai dari pemberangkatan hingga selama menjalani perawatan.

YD dianggap sudah ada niat melarikan diri, di buktikan saat ia minta pindah posisi tempat tidur di pinggir jendela. Petugas tidak berikan. YD tetap di posisi dekat pintu keluar masuk kamar, agar Petugas Rutan yang berjaga di posisi sebelah luar (dalam lorong) gampang memonitor.

YD mencoba meminjam HP Petugas, dengan dalih ingin berkomunikasi dengan teman nya di Dumai.

Namun karena alasan YD tidak masuk akal, Petugas urung memfasilitasi.Diam-diam terpidana Penggelapan dengan vonis 2 Tahun 6 Bulan ini meminjam HP pasien disebelah tempat tidur nya dan berkomunikasi dengan seseorang untuk menjemput nya di Pasar Senggol Jln. Sudirman.Dengan tangan tanpa terborgol karena baru saja di periksa Perawat dan kondisi jendela kaca terpasang terali besi berengsel tanpa gembok memudahkan YD keluar dan turun ke lantai dasar.

Sempat menanyakan kepada security jalan keluar blok menuju jalan raya, namun baru beberapa langkah, Petugas Rutan tersadar YD tidak berada di tempat tidur.Berkat koordinasi radio dengan security, YD akhirnya tertangkap sebelum sempat menuju jalan raya.

Karena tertangkap basah  melakukan upaya melarikan diri, atas persetujuan dokter, dini hari itu juga, pria yang baru menjalani hukuman selama 10 bulan ini, di bawa kembali ke Rutan dan langsung masuk ruang tahanan hukuman (Traff Sel)."Segala hak YD untuk mendapat remisi langsung kita cabut sesuai  Peraturan Kementerian Hukum dan HAM RI No 6 Tahun 2013," tutup Pandu.(RHS)

 

 

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA