Ticker

6/recent/ticker-posts

Saat Warga Sibuk Ikuti Peringatan HUT RI Ke-76, PT. MMJ Ditemukan Anak Bawah Umur Diperkerjakan


Rupat NUANSA POST  

Momen memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 merupakan saat yang tepat bagi orang tua untuk mengajarkan arti kemerdekaan kepada anak-anaknya.Merayakan kemerdekaan melalui medium keluarga juga dapat mengembangkan diri dan membentuk sikap anak sejak dini.

Kemerdekaan bukan hanya tentang meningkatkan rasa cinta tanah air, sehingga sangat penting untuk mengenalkan perayaan kemerdekaan kepada anak-anak. Pengenalan tersebut akan membentuk semangat nasionalisme untuk bisa mencintai bangsa. Ini adalah nilai yang sangat perlu diperkenalkan kepada anak-anak.

Berbeda dengan tenaga buruh kasar yang berada di perusahaan PT. Marita Makmur Jaya (MMJ) di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit ini, tepatnya pada saat peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, sekitar kurang lebih pukul 09.00 WIB pagi.  pihak MMJ justru memerintahkan pekerja yang diduga masih di bawah umur untuk bekerja.

Ironisnya lagi, berdasarkan keterangan di lapangan juga mengatakan para buruh kasar, perkerja berkerja tanpa libur.  Bahkan  informasi  juga manyebut hari Minggu waktu ibadah umat nasrani (kristen)  juga harus  bekerja disinyalir  terkait kesehatan tanggungjawab pekerja sendiri,  tampa jaminan kesehatan.

Hal itu sangat disayangkan lantaran PT. Marita Makmur Jaya dianggap tidak patuh terhadap Undang - undang  sebagaimana Pasal 68 UU no. 13 Tahun 2003 menyatakan bahwa pengusaha dilarang mempekerjakan anak. Dan dalam ketentuan undang-undang, anak adalah setiap orang yang berusia di bawah 18 tahun.

 

Selain masalah yang berkaitan dengan anak di bawah umur, Perusahaan ini juga diduga mengabaikan makna peringatan hari kemerdekaan karena pada saat yang sama, tepatnya pada HUT RI ke-76, justru mempekerjakan Buruh yang disinyalir masih di bawah umur.

Menurut salah satu pekerja yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan selama ini mereka sering dipaksa bekerja, bahkan dengan ancaman."Kami dipaksa oleh perusahaan, jika kami tidak mengikuti kami selalu diancam pak," katanya sembari menitikkan air mata.

Hal itu diakui salah seorang rekan mereka berinisial TFH yang tak lain adalah ketua rombongan pekerja saat dikonfirmasi Rabu (18/8/2021) melalui ponselnya.TFH mengatakan buruh yang bekerja setiap hari merah, termasuk Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76.

Ia beralasan, pihaknya tidak pernah memaksa pekerja/buruh bekerja pada hari libur setiap tanggal merah, melainkan atas kemauan sendiri."Itu kemauan mereka sendiri (pekerja, red) kami tidak ada memaksa mereka," katanya.

Sementara itu, Asisten PT. MMJ, Madan Sembiring saat dihubungi melalui telepon seluler di 08211315** tidak menjawab.

Begitu pun saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapnya pada Kamis (19/8/2021) juga tidak ada balasan. .(M SYOPRI)

 

 

 

 

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA