Ticker

6/recent/ticker-posts

Puskesmas Simpang Pematang Hampir Campakan Pasien, Alasan Tidak Ada Dokter.


Mesuji,  NUANSA POST

Iwan warga brabasan Saat membawa anaknya ke Puskesmas Simpang Pematang karna kepala anaknya bocor dan banyak mengeluarkan darah akibat terjatuh, pihak puskesmas Simpang Pematang hampir campakan pasien dengan alasan tidak ada dokter yang piket karna hari libur.

Hal itu diucapkan Iwan kepada media nuansapost di lokasi puskesmas Simpang Pematang pada saat menunggu anaknya di tangani pihak Puskesmas Simpang Pematang, Selasa (20/07/2021) Pukul 19.30 WIB."Saya kan dari perjalanan tempat keluarga, ingin pulang ke desa brabasan, pada saat perjalanan mengendarai mobil melintasi jalan yang rusak di wilayah desa wirabangun kecamatan Simpang Pematang, mobil kami menghindari lubang, tiba-tiba anak saya ini terjatuh kelantai mobil dan mengalami bocor di kepalanya akibat benturan dan mengeluarkan darah banyak, saya bawa langsung ke puskesmas Simpang pematang karna puskesmas tersebut yang terdekat dan pelayanan 24 Jam, tapi sesampainya di sana pihak perawat malah bukan langsung memberikan pertolongan kepada pasien malah mengatakan dokter di puskesmas tersebut tidak ada karna hari libur tidak berada di tempat serta menyuruh saya untuk membawa anak saya ke rumah sakit lain yang berada di wilayah simpang pematang," jelas iwan.

Sementara Sugiarta kerabat dari iwan pun membenarkan atas kejadian tersebut, "ya mas awalnya datang kepuskes, pihak puskes sempat ingin menolak karna gak berani menangani nya dengan alasan hari libur dokter tidak ada dan dokter hanya melayani melalui sambungan telepon saja, dan mereka malah menyuruh saya untuk membawa anak kerabat saya ini ke rumah sakit lain seperti RS.Puri Husada Simpang Pematang yang ada dokternya. ada perdebatan sedikit dari kerabat saya yang lain karna emosi di suruh kerumah sakit lain, ya akhirnya ada penanganan daru pihak puskesmas," ucapnya.

Dalam hal ini pihaknya sedikit kecewa dengan pelayanan di puskesmas tersebut, "Ya agak kecewa dikit sih mas sama pelayanan pihak puskesmas ini, dengan keadaan darurat seperti ini malah mereka menyuruh untuk di tanganin pihak rumah sakit lain, seharusnya ya langsung di tanganin dulu bila tidak sanggup baru di rujuk ke tempat lain tapi ini di layanin aja belum di lihat aja belum lukanya malah menyuruh begitu mas, untuk apa mas ada puskesmas 24 jam di sini kalau begitu, setelah ada pedebatan dikit baru di layanin, dan ternyata bisa mas mereka melakukan penanganan itu, kenapa awalnya mereka bilang begitu," ucap Sugiarta dengan nada kecewa.

"Harapannya agar kedepannya untuk pelayanan di puskesmas ini di perbaik, kasian juga seumpama nya ada pasien yang sama kaya gini, dengan keadaan anak bocor kepalanya dan mengeluarkan darah banyak pada saat minta pertolongan di puskesmas ini malah di suruh ke rumah sakit Laen yang jaraknya jauh, sedangkan di puskesmas tersebut melayanin UGD 24Jam, mesti harus ada yang ngotot sedikit baru di tangani." Ujar Sugiarta. (RANDI)

 

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA