Ticker

6/recent/ticker-posts

DPRD Mesuji Soroti Buruknya Pelayanan Puskesmas Simpang Pematang


Mesuji, NUANSA POST 

Terkait pemberitaan Puskesmas Rawat Inap Simpang Pematang yang hampir mencampakan pasiennya, Ketua Komisi III DPRD Mesuji Parsuki kecewa dengan buruknya pelayanan di puskesmas tersebut, dan akan memanggil Kepala Dinas Kesehat Mesuji.

"Seharusnya namanya puskesmas rawat inap itu ya harus ada dokter yang piket walaupun itu hari libur, karna tenaga medis harus Standby 24 jam, baik dokter, perawat dan bidan karena sebagai pelayan masyarakat, apalagi pada saat sekarang Wabah pandemi covid 19 masih tinggi, kalau gak ada tenaga medisnya di puskesmas terus siapa yang mau melayani orang sakit." Ujar Parsuki Melalui Pesan WhatsApp nya kepada media Nuansapost Rabu, (21/07/2021).

"Nanti secepatnya kami dari Komis 3 DPRD Mesuji akan panggil Kepala Dinas Kesehatan Mesuji untuk menginventarisir permasalahan ini, jika bener itu terjadi kami sangat kecewa sekali dengan pelayanan seperti itu. Sebab, keselamatan jiwa manusia itu diatas segala-galanya,” jelas Parsuki.

Deberitakan sebelumnya Iwan warga brabasan Saat membawa anaknya ke Puskesmas Simpang Pematang karna kepala anaknya bocor dan banyak mengeluarkan darah akibat terjatuh, pihak puskesmas Simpang Pematang hampir campakan pasien dengan alasan tidak ada dokter yang piket karna hari libur.

Hal itu di ucapkan Iwan kepada media nuansapost di lokasi puskesmas Simpang Pematang pada saat menunggu anaknya di tangani pihak Puskesmas Simpang Pematang, Selasa (20/07/2021) Pukul 19.30 WIB.

"Saya kan dari perjalanan tempat keluarga, ingin pulang ke desa brabasan, pada saat perjalanan mengendarai mobil melintasi jalan yang rusak di wilayah desa wirabangun kecamatan Simpang Pematang, mobil kami menghindari lubang, tiba-tiba anak saya ini terjatuh kelantai mobil dan mengalami bocor di kepalanya akibat benturan dan mengeluarkan darah banyak, saya bawa langsung ke puskesmas Simpang pematang karna puskesmas tersebut yang terdekat dan pelayanan 24 Jam, tapi sesampainya di sana pihak perawat malah bukan langsung memberikan pertolongan kepada pasien malah mengatakan dokter di puskesmas tersebut tidak ada karna hari libur tidak berada di tempat serta menyuruh saya untuk membawa anak saya ke rumah sakit lain yang berada di wilayah simpang pematang," jelas iwan.

Sementara Sugiarta kerabat dari iwan pun membenarkan atas kejadian tersebut, "ya mas awalnya datang kepuskes, pihak puskes sempat ingin menolak karna gak berani menangani nya dengan alasan hari libur dokter tidak ada dan dokter hanya melayani melalui sambungan telepon saja, dan mereka malah menyuruh saya untuk membawa anak kerabat saya ini ke rumah sakit lain seperti RS.Puri Husada Simpang Pematang yang ada dokternya. ada perdebatan sedikit dari kerabat saya yang lain karna emosi di suruh kerumah sakit lain, ya akhirnya ada penanganan daru pihak puskesmas," ucapnya.

Dalam hal ini pihaknya sedikit kecewa dengan pelayanan di puskesmas tersebut, "Ya agak kecewa dikit sih mas sama pelayanan pihak puskesmas ini, dengan keadaan darurat seperti ini malah mereka menyuruh untuk di tanganin pihak rumah sakit lain, seharusnya ya langsung di tanganin dulu bila tidak sanggup baru di rujuk ke tempat lain tapi ini di layanin aja belum di lihat aja belum lukanya malah menyuruh begitu mas, untuk apa mas ada puskesmas 24 jam di sini kalau begitu, setelah ada pedebatan dikit baru di layanin, dan ternyata bisa mas mereka melakukan penanganan itu, kenapa awalnya mereka bilang begitu," ucap Sugiarta dengan nada kecewa. (RANDI)

 

 

 

 

 

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA