Ticker

6/recent/ticker-posts

Keluarga Halusi Tempati Rumah Tidak Layak Huni dan Berharap Pemkab Lampura Peduli


Lampung Utara –
NUANSA POST

Rumah sudah hampir rubuh, Halusi (67th) dan keluarga hanya bisa berharap adanya uluran tangan dari para petinggi di Lampung Utara, Senin (17/5/2021).Halusi bertempat tinggal di RT 7, LK 5, Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara. Ia dan keluarga masih bertahan dan berteduh di dalam rumah yang keadaannya sudah sangat memprihatinkan.

Rumah yang menjadi tempat berteduh Halusi dan keluargnya ini, sudah mengalami kerusakan yang amat sangat parah, bahkan tiang-tiang penyangga pun sudah banyak patah, dinding rumah yang terbuat dari papan kayu tersebut, sudah terlihat sangat tidak layak dan berlubang, sedangkan untuk atap rumah pun sduah rata-rata bocor.

Melihat keadaan rumahnya yang sudah sangat tidak layak tersebut, Halusi hanya bisa mengatakan bahwa inilah tempat satu-satunya untuk ia dan keluarga berteduh.“Mau gimana lagi, kami tetap bertahan disini, meski bocor dan sudah mau roboh pun kami tetap tinggal disini, jadi kalau hujan ya ngungsi,’’ katanya.

Dengan keadaan rumah yang sangat memprihatinkan seperti ini, sudah sejak beberapa tahun lalu, namun Halusi dan keluarga tidak memiliki biaya untuk memperbaiki rumah tersebut. Halusi yang hanya bekerja serabutan ini per hari hanya mendapatkan penghasilan Rp.50.000,- (lima puluh ribu rupiah) , dan itu pun digunakan untuk menghidupi istri, ke lima anaknya, dan tiga cucunya.

Untuk bantuan dari pemerintah, Halusi hanya mendapatkan bantuan berupa Program Keluarga Harapan (PKH) atas nama istrinya, yaitu Suresmiyati (62th), dan sebesar Rp.600.000,- (enam ratus ribu rupiah) , yang didapatkan dalam jangka waktu tiga bulan sekali. Sedangkan untuk BLT (Bantuan Langsung Tunai) , kelurganya terhenti sejak tahun 2003.

“Sudah lama kami enggak dapat kalau enggak salah sejak tahun 2003, dan kami juga jadi gunain uang yang ada, untuk makan minum dan nanggung semuanya,’’ katanya.

Keluarga Halusi  untuk mengharapkan bantuan program bedah rumah pun itu tidak memungkinkan, karena tanah yang mereka tempati pun dengan status menumpang milik orang lain.“Kalau untuk tanah ini kita numpang sama orang lain, jadi enggak bisa dapat bedah rumah,”jelasnya.

Untuk saat ini, Halusi dan keluarga hanya mengharapka uluran tangan dari para petinggi yang ada di Lampung Utara. (RIAN)

 

 

 

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA