Ticker

6/recent/ticker-posts

Akhirnya Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap, Tinjau Rumah Puji


Cilacap NUANSA POST

Setelah kesekian kalinya Kairo NUANSA POST Cilacap bersama 2 rekan wartawan lainnya, mendatangi kediaman pengusaha  Edwin untuk konfirmasi terkait dengan Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum ( SPBU ), namun tidak bisa ditemui.

Kecuali itu hanya ibunya   Edwin yang mengatakan kepada ke 3 wartawan supaya ketemu dengan pengacaranya anak saya saja, kata mamahnya pak Edwin beberapa bulan yang lalu.

Beberapa kali menemuinya   tidak pernah membuahkan hasil (tidak pernah ketemu ) dengan yang bersangkutan. Karena merasa tidak bisa menemui pengusaha   Edwin, akhirnya awak media  mendatangi Kantòr Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap Rabu (7/4) guna konfirmasi terkait adanya Rumah milik warga di Rt 02/ 05, yang retak retak diduga akibat pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum yang terletak di pertigaan Jeruklegi.

Akhirnya  setelah dikonfirmasi  , Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap melalui Kabid Penataan dan Penataan Lingkungan Jamaludin, Kamis siang ( 8/4 ) menindak lanjuti dengan meninjau langsung rumah milik Puji yang diduga retak retak akibat adanya pembangunan SPBU di pertigaan Jeruklegi.

Kedatangan Jamaludin   untuk meninjau langsung, rumah milik Puji yang disaksikan oleh Kasi Trantib Kecamatan Jeruklegi Syihab Alfarisi, Sekdes Jeruklegi dan pihak Pembangunan SPBU Jeruklegi.  

Dalam kesempatan itu, Jamaludin menyampaikan kedatanganya ke lokasi pPembangunan SPBU Jeruklegi, berdasarkan keluhan dan pengaduan warga yang terdampak dari adanya pembangunan SPBU tersebut. “Untuk itu saya perlu melihat langsung ke lokasi memastikan kebenaranya, “papar Jamaludin.

Ditambahkan lagi oleh Jamaludin " Untuk langkah selanjutnya, kita akan cari cara atau jalan yan terbaik dari kedua pihak, agar masing masing pihak tidak ada yang dirugikan, mari kita rembug dulu untuk mencari win win solution kata Jamaludin mengakhiri pembicaraanya.

 Sementara itu, Puji sang pemilik rumah yang retak retak akibat pembangunan SPBU tersebut. saat diwawancarai oleh awak media mengatakan " Dari awalnya pembangunan SPBU tersebut, yang dikerjakan oleh PT. Ardina Prima, sampai saat ini belum pernah ada sosialisasi kepada warga sekitar lokasi. Saya tidak menuntut apa apa, namun dengan keadaan rumah yang sudah tidak 100% mempersilahkan pengusaha untuk mengembangkan proyek ini.     Kami beri waktu 7 Hari dan sudah berjalan 2.hari, jika tidak ada tanggapanatau respon dari pihak pengusaha ya mohon maaf kami akan tindak lanjuti melalui jalur hukum.”papar Puji   (HARYANTI SUSILO)***

 

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA