Ticker

6/recent/ticker-posts

Demi Raih Blok Rokan, Kembali Inisiator Dan Tokoh Dumai Adakan Rembuk Rakyat Dan Deklarasi

DUMAI, NUANSA POST.

Untuk kesekian kalinya beberapa Inisiator "Gerakan Dumai Dapat Apa Dari Blok Rokan" mengadakan rembuk rakyat (rapat) sekaligus Deklarasi Perjuangan. Blok Rokan merupakan 5 kabupaten di Provinsi Riau yang jadi tempat beraktivitas nya eksplorasi migas oleh perusahaan swasta Nasional (PT CPI) yang di mulai sejak tahun 1958 dan akan berakhir pada Agustus 2021 nanti.

Kelima daerah tersebut adalah Kabupaten Bengkalis, Kab. Siak, Kab. Rohil dan Kab. Kampar. Terhitung Agustus nanti Blok Rokan akan beralih tangan pengelolaan nya kepada PT Pertamina Hulu. Dumai sebagai tempat penyulingan minyak bumi menjadi minyak siap jadi, tidak di perhitungkan sebagai penerima DBH dan PI 10%.

Menimbang hal tersebut beberapa tokoh, pemuka dan warga masyarakat yang peduli kesejahteraan Dumai berjuang menuntut hak atas pengelolaan Blok Rokan tersebut. Rembuk rakyat dan Deklarasi Perjuangan dalam meraih Participasing Interest (PI) sebesar 10% di lakukan Senin siang (22/02/2021) bertempat di gedung Sri Bunga Tanjung jalan Putri Tujuh no. 56 Kecamatan Dumai Timur kota Dumai.

Selain di hadiri Inisiator Agoes Budianto, Ilham Marican dan Tengku Zalek, tampak perwakilan DPRD kota Dumai Hasrizal, Ketua Komite Reformasi Masyarakat Dumai Ahmad Martalius, dan pakar Migas dari kota Duri Agung Warsudi. Ismail tampil menyampaikan kata pembuka sekaligus menyampaikan narasi betapa pentingnya kota Dumai dalam isu Blok Rokan.

Dalam orasinya, Agoes Budianto menyampaikan pokok-pokok pikiran "Hasil hearing Wakil Gubernur Riau, DPRD Riau, LAM Riau, LAM kota Dumai, Pertamina, PT Chevron, PT PN Gas, SKK Migas dan pihak terkait serta Komisi VII DPR RI pada 09 Februari lalu, terungkap bahwa Pemprov tidak mengakomodir Kepmen ESDM no: 37 tahun 2016 tentang hak PI 10% bagi kota Dumai", terang Agoes Budianto, yang juga merupakan Ketua TKBM kota Dumai ini. Agoes Budianto juga memaparkan bagaimana selama ini kota Dumai tidak pernah di ajak bicara oleh Pemprov dalam kesiapan peralihan Blok Rokan, yang akan terjadi pada bulan Agustus nanti.

"Kota Dumai sebagai penunjang strategi migas Nasional, daerah dengan resiko bencana besar jika salah dalam mengelola migas, rawan pencemaran lingkungan, bagian yang terintegral, belum signifikan nya manfaat bagi daerah, keterbatasan dalam percepatan pembangunan, kesenjangan sosial dan ekonomi serta pernyataan Presiden Joko Widodo saat kampanye di taman Bukit Gelanggang kota Dumai beberapa tahun lalu", rinci Agoes Budianto berapi-api.

Senada, inisiator kedua Ilham Marican berkata "Saat ini merupakan momentum bagi masyarakat Dumai tuk berjuang mempersiapkan segala sesuatunya, demi memperoleh hak kesejahteraan bersama berupa kelestarian lingkungan, manfaat ekonomi dan keadilan sosial dan nilai-nilai adat istiadat (budaya) lokal", urai pria ini semangat. Sementara pakar Migas Agung Warsudi dalam paparannya menerangkan pengertian kawasan hulu dan hilir dalam pengelolaan migas.

"Kawasan hulu sesuai UU RI no:22 tahun 2001 Pasal 1 butir 7,8 dan 9, Peraturan Pemerintah no:35 tahun 2004 Pasal 44; kawasan hilir UU RI no: 22 Pasal 1 butir 10 hingga 14 dan Peraturan Pemerintah no:36 tahun 2004 Pasal 55", urai Agung Warsudi panjang. "Intinya perjuangan ini 90% nya adalah politik dan 10% nya teknis", kobar Agung Warsudi. Ahmad Martalius sebagai Ketua KRMD dalam uraian nya juga menyampaikan pandangan serupa dengan beberapa tokoh tadi.

Oleh Hasrizal bahkan lebih tegas mengatakan "Jika seandainya pemerintah pusat tidak mengakomodir hak masyarakat Dumai kita akan blokir semua koneksi pipa dari Blok Rokan", tegas Hasrizal di ikuti tepuk tangan peserta semua. Di akhir rapat semua Inisiator, tokoh, narasumber dan hadirin yang hadir menyatakan sikap dengan pembacaan Deklarasi Bersama.

Di tambahkan Agoes Budianto, direncanakan dalam 2-3 hari kedepan tandatangan masyarakat Dumai tentang dukungan raih hak atas Blok Rokan akan dikumpulkan dan diserahkan ke DPRD kota Dumai agar di tindak lanjuti secara politik. Rapat berlangsung dengan tetap mengedepankan Protokol Kesehatan Anti Covid-19. Pakai masker, cek suhu tubuh, cuci tangan dan jaga jarak, bahkan jumlah undangan yang hadir di batasi. (RAHMAT HIDAYAT)

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA