Ticker

6/recent/ticker-posts

Sebagai Penggiat Anti Korupsi, Anton Charliyan Berharap Polri Dapat Menangkap DPO Korupsi Kelas Kakap di Penghujung Tahun 2020


Kota Tasik,NUANSA POST

Pada suatu kesempatan di Taman Wisata Batu Mahpar Geopark Galunggung, tim awak media LINTAS PENA MEDIA Group berkesempatan ngobrol dengan mantan Kapolda Jabar Irjen Pol (Purn) Dr.H.Anton Charliyan,MPKN  yang juga Dewan Pembina GNPK RI  (Gerakan Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia).  Jabar, terkait dengan tindak pidana korupsi yang makin marak di Indonesia, terlebih setelah dua menteri yang terjaring OTT oleh KPK belum lama ini yang menjadi tranding topik.

            “Konstitusi yang dibangun dalam sebuah negara secara umum disepakati sebagai aturan dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Aturan-aturan hukum tercakup di dalamnya, termasuk aturan yang bertujuan untuk mencegah dan memberantas tindak pidana korupsi. Dalam hal ini, gebrakan  Mengawal Demokrasi Konstitusi, Melawan Korupsi, bertujuan untuk memberikan pemahaman bahwa korupsi adalah pelanggaran terhadap HAM dan pengkhianatan terhadap konstitusi serta membangun komitmen bersama anti korupsi.”ujarnya.

            Abah Anton panggilan akrab Anton Charliyan ini mengungkapkan, bahwa gebrakan  Mengawal Demokrasi Konstitusi, Melawan Korupsi, bagaikan secercah harapan untuk bisa mulai bergairah kembali dalam rangka mewujudkan tata Pemerintahan yang Good Governance dan Clean Governance yang bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). “Namun sebaiknya, gebrakan g  Mengawal Demokrasi Konstitusi, Melawan Korupsi,  ini diimbangi pula oleh institusi lain yang punya kewenangan yang sama di bidang pemberantasan korupsi.”  jelasnya

            Dia menjelaskan pula, bahwa tindak pidana korupsi dipicu oleh mental materialistis. Padahal dalam Prasasti Kawali, Amanat Prabu Wastu Kencana Raja Galuh 1378 M telah mengingatkan tentang bahaya korupsi ; “Pake Gawe Kerta Bener Ulah Botoh Bisi Kokoro” yang artinya Bekerjalah Dengan Jujur. Jangan Serakah, Jangan Korupsi kalau tidak ingin Cekaka.”

“Selain itu ada dua hal pokok penyebab korupsi, yang pertama akhlak dan yang kedua administratif, sehingga setelah dua permasalahan ini bisa diselesaikan niscaya dirinya yakin dalam membangun good and clean government akan berhasil. Cara mengatasi dua hal tentang korupsi dalam konteks pembenahan akhlak yakni dengan memberikan reward and punishment, apabila baik kita berikat penghargaan apabila buruk maka kita copot atau proses, kemudian untuk administratif kita berikan pendampingan dan pengawasan, disinilah program molotot.com digunakan sebagai sosio kontro terhadap kinerja pemerintah sehingga setiap SKPD berdaya guna.”katanya

Bahkan Abah Anton mengacungkan jempolnya saat membaca berita dan mengetahui Kejaksaan sudah mulai unjuk gigi dengan menggulirkan panggilan salah satu tokoh pers nasional KI dkk oleh Tipikor Kejati NTT sebuah imbangan yang sangat berarti dari Kejaksaan RI maupun lembaga KPK meng-OTT para menteri, kini tinggal Polri yang belum santer kedengaran gebrakanya. Dia berkeyakinan, Polri pun diakhir tahun ini tidak mau kalah dengan KPK dan Kejaksaan, ikut juga memberikan andil kado istimewa akhir tahun yang tinggal beberapa hari lagi. “Kami yakin dan percaya Polri pun pasti mampu berbuat hal serupa. Kita tunggu gebrakanya.. Apalagi Kapolri yang sekarang Jend Idham Azis dikenal sebagai orang yang tegas dimana sebentar lagi akan mengakhiri masa jabatanya.” tandas Abah Anton

            Karena itu, purnawirawan Jendral Bintang Dua lulusan Akpol 1984 dengan pengalaman dalam bidang reserse dan pernah menjabat sebagai Kadiv Humas Mabes Polri berucap, “Kami sebagai penggiat anti korupsi sekaligus sebagai pribadi seorang kakak di Institusi Korps Bhayangkara, mohon berilah kami hadiah kado istimewa dalam pemberantasan korupsi sebagai kenangan manis Kapolri diakhir tugasnya kepada Bangsa Indonesia. Tentu saja tanpa harus di paksakan mencari – cari dan mengada – ada, tapi bila kita lihat daftar DPO korupsi yang lamapun masih sangat banyak yang belum tertangkap.

.”pintanya  

            Anton Charliyan menambahkan, jika Polri serius, pasti Polri akan bisa menangkap daftar DPO – DPO korupsi kelas kakap yang belum tertanggkap tersebut, DPO teroris saja bisa, apalagi jika hanya DPO korupsi. Hal inipun bila berhasil pasti akan jadi kado yang indah dan istimewa bagi kami semua..penggiat anti korupsi”tuturnya mengakhiri obrolan. (LUKMAN NUGRAHA,SP)***

 

 

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA