Ticker

6/recent/ticker-posts

Anton Charliyan “Usulan Nama Ciamis Kembali Menjadi Galuh Selaras dengan Sejarah dan Keinginan Masyarakat”

 


CIAMIS---Pada puncak peringatan HUT Ke-13 Gong Perdamaian Dunia bertempat di Situs Budaya Karangkamulyaan Kabupaten Ciamis yang dihadiri Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya,MM ,Wakil Bupati Ciamis Yana D. Putra, para seniman dan budayawan Ciamis – Tasikmalaya. Bahkan yang istimewa dihadiri seorang tokoh masyarakat Jawa Barat Irjen Pol (Purn) Dr. H.Anton Charliyan,MPKN yang menggagas sekaligus membangun Gong Perdamaian Dunia pada 9 September 2009, juga tampak Duta Perdamaian Nusantara Bunda Ully Sigar Rusady, dan  Putri Perdamaian Dunia artis Paramitha Rusady.

            Pada kesempatan itu, Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya,MM dalam kata sambutannya menyentil akan diubahnya nama Ciamis menjadi Galuh. Alasannya, bahwa Galuh merupakan salah satu kerajaan tertua di Nusantara dan masyarakat Ciamis merupakan pewaris dari Kerajaan Galuh yang harus terus memelihara, sehingga Galuh tetap berada di hati masyarakat Ciamis. “Nama Kabupaten Ciamis akan kembali ke Galuh. Tahun ini kami telah melakukan pengkajian, bahwa Ciamis akan kembali ke Galuh, mudah-mudahan tidak dengan waktu yang lama nama Ciamis ini kembali ke nama Galuh..Galuh jangan hanya ada di hati, Harus terwujud bahwa Galuh itu ada," ungkapnya

Herdiat menjelaskan, Pemkab Ciamis segera menggelar referendum untuk memastikan keinginan masyarakat tentang pergantian nama Kabupaten Ciamis kembali jadi Kabupaten Galuh.“Salah satu persyaratan untuk pergantian nama (kabupaten) tersebut adalah referendum. Mohon dukungan dari masyarakat, Ciamis akan menggelar referendum untuk pergantian Ciamis kembali ke Galuh.

Menurut Bupati Herdiat, langkah referendum tersebut ditempuh sebagai bentuk keseriusan Pemkab Ciamis dalam menindaklanjuti tuntutan dan  aspirasi berbagai kalangan masyarakat yang mendesak penggantian nama Kabupaten Ciamis kembali ke Kabupaten Galuh.

ANTON CHARLIYAN “SETUJU…”

Begitu mendengar pidatonya Bupati Dr H Herdiat  Sunarya tersebut, mantan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol (Purn) Dr.H.Anton Charliyan,MPKN mengaku setuju dan mendukung langkah Pemkab Ciamis mengganti nama Kabupaten Ciamis kembali ke nama Kabupaten Galuh melalui referendum sesuai aturan perundang-undangan.

            “Saya setuju adanya keinginan atau aspirasi masyarakat Ciamis yang ingin mengganti nama Kabupaten Ciamis menjadi nama Kabupaten Galuh. Kenapa demikian ? Sebab  bagaimana pun juga,  nama Galuh itu punya sejarah dan kejayaan serta kebanggaan. Itu sebabnya, langkah Pemkab Ciamis melakukan referendum sangat tepat, adalah untuk memastikan keinginan masyarakat tentang pergantian nama tersebut. Dari Kabupaten Ciamis kembali ke Kabupaten Galuh,” ujarnya.

Menurut Abah Anton panggilan akrab Anton Charliyan, bahwa  Galuh adalah suatu kebanggaan dan punya sejarah yang panjang sejak abad ke VII. Bahkan, Galuh itu merupakan salah satu kerajaan tertua di Nusantara. Namun, ketika tahun 1915 nama Kabupaten Galuh diganti jadi Kabupaten Ciamis  atas keinginan Bupati  (waktu itu) RAA Sastrawinata dengan persetujuan pemerintahan Hindia Belanda.  Pergantian nama tersebut dinilai atas pertimbangan sejarah yang tidak jelas. Dan sampai sekarang masih cenderung mengndang perdebatan pro maupun kontra.

            “Bila nanti telah disetujui berganti nama, dari Kabupaten Ciamis menjadi Kabupaten Galuh, semoga kejayaan Galuh akan terwujud sesuai harapan masyarakat.”tuturnya

KENAPA NAMA GALUH BERGANTI MENJADI CIAMIS ?

Sebagian besar masyarakat Kabupaten Ciamis sekarang ini, terutama para generasi mudanya bertanya tanya, kenapa nama Galuh berganti menjadi Ciamis?

            Dalam hal ini, Abah Anton sempat mencari literasi dan menanyakan ke sejumlah pini sepuh mengenai historisnya Kabupaten Ciamis saat ini dahuluya bernama Kabupaten Galuh.

Sepengetahuan mantan Kadiv Humas Polri ini, bahwa Kabupaten Galuh sendiri bermula pada kepemimpinan Wedana Bupati Adipati Panaekan (1618 – 1636) yang pada saat itu menjabat sebagai Bupati Galuh pertama setelah Kerajaan Galuh runtuh dan digantikan oleh masa pemerintahan Kolonial, kemudian kepemimpinan Kabupaten Galuh terus berlanjut secara turun temurun, dari masa Galuh Gara Tengah sampai masa Galuh Imbanagara, keturunan Prabu Haur Kuning menjadi penguasa Galuh lebih dari satu abad lamanya, sebelum akhirnya pengaruh Kolonial mengakhiri semuanya.

            Setelah beratus taun lamanya Kabupaten Galuh berdiri, tibalah masa kepemimpinan Raden Adipati Aria Kusumasubrata (1886 – 1914) yang mana pada masa kepemimpinan Kusumasubrata terjadi beberapa hal yang tak sesuai dengan apa yang diinginkan Belanda, seperti  pemberontakan-pemberontakan yang terjadi dan ketidaksepahaman kepemimpinan Bupati dengan Asisten Residen Saat itu, kemudian ketika masa kepemimpinan Raden Adipati Aria Kusumasubrata berakhir, Belanda tidak lagi menyerahkan kepemimpinannya kepada keturunan Kusumasubrata, namun menunjuk orang pilihannya untuk menjadi bupati berikutnya, dengan tujuan agar kepemimpinan bupati selanjutnya sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pihak Belanda. Dengan demikian, masa kepemimpinan Galuh di bawah keturunan Prabu Haur Kuning telah berakhir setelah seratus tahun lebih memimpin Galuh.

            Kemudian setelah kepemimpinan Raden Adipati Aria Kusumasubrata, diangkatlah seorang Bupati pilihan Belanda yaitu Raden Tumenggung Aria Sulaeman Sastrawinata (1914 - 1935), yang bukan merupakan keturunan dari Prabu Haur Kuning dan berasal dari Karawang, hal tersebut kemungkinan sangat menguntungkan Belanda dengan politik yang dilakukannya terhadap pemerintahan yang ada di Ciamis pada waktu itu, kemudian pada masa kepemimpinan Sastrawinata Galuh berubah nama menjadi Ciamis, setelah kurang lebih 13 abad lamanya nama Galuh gagah berdiri dibawah keturunan Prabu Haur Kuning di Tatar Galuh kebanggaan warga Ciamis saat ini, entah apa alasan yang mendasari Sastrawinata mengganti nama Galuh menjadi Ciamis sampai saat ini pun belum di ketahui alasan pastinya. Namun mungkin saj,a Sastrawinata bukan keturunan Galuh sehingga mudah saja mengganti nama Galuh yang sarat makna tersebut.

            “Dengan adanya keinginan masyarakat melalui langkah yang ditempuh Pemkab Ciamis hendak melakukan referendum untuk mengganti nama kabupaten Ciamis menjadi Kabupaten Galuh, saya sangat setuju dan mendukung sepenuhnya. Semoga masyarakat akan dapat menikmati masa kejayaan Galuh,”pungkasnya.( REDI MULYADI)****

 

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA