Ticker

6/recent/ticker-posts

Pemkab OKU Selatan

Pemdes Cibeber Beli Tanah Dari Dana Bankeu TA 2021 Menimbulkan Masalah dan Kemungkinan Akan Berujung Gugat Menggugat


Kab.Tasikmalaya, NUANSA POST

Pemerintah Desa Cibeber Kec.Manonjaya sempat membeli lahan tanah yang diperuntukan lapang sepakbola yang  sumber dananya berasal dari Bankeu Tahun Anggaran 2021, ternyata menimbulkan masalah yang tak berujung, sehingga kemungkinan besar akan berujung pada gugat menggugat. Warga desa setempat berharap kepada camat, inspektorat sampai Bupati Tasikmalaya menjelaskan hal ini ke public. Jika hal ini terbukti ada penyimpangan, aparat penegak hukum harus segera turun tangan, karena ada dugaan telah terjadi penyimpangan.

            Berdasarkan data yang diperoleh NUANSA POST terkait lahan tanah .yang menjadikan simpang siur dalam status kepemilikan yakni penjual tanah berinisial D menjual kepada Pemdes Cibeber seluas lebih kurang sekitar 600 bata ( / 14 meter persegi ), dengan pembayaran awal atau DP sebesar Rp.15 juta  dan  pembayaran kedua sebesar Rp.30 juta.”Pada akhir tahun  2021 sesudah lebaran   D minta lagi Rp. 5 juta,” jelas Aming Gumilar Kepala Desa Cibeber

            Namun, ternyata tanah tersebut dijual lagi oleh D kepada SL. Menurut keterangan SL dan saksi berisial AS,awal jual beli tanah D ke pihak desa inisial as  tidak tahu menahu ia masuk atau hanya tahu  saat  SL beli tanah dari D

            SL telah konfirmasi ke pihak Desa Cibeber dan bahkan bertemu dengan BPD Cibeber berinisial E. Pada saat itu, SL melihat surat  perjanjian si penjual berinisial D  dengan pihak desa “Saya melihat dan membaca isi perjanjian, bila tidak dilunasi sesuai perjanjian maka batal atau hangus uang DP tersebut,”jelas SLkepada Team media bersama Aliansi Rakyat Menggugat (ARM)

SL menjelaskan,  setelah dia konfirmasi ke desa bahwa ia telah membeli tanah D sebesar Rp.76 juta dan nanti pada saat mau pembayaran ke  D silahkan pihak desa datang dan meminta kembali uang desa yang sudah masuk ke D. Sebelumnya setelah SL ke desa katanya pihak desa silahkan saja dengan asumsi SI merasa  tidak akan  ada masalah di suatu hari nanti . Tapi setelah kami konfirmasi ulang  kembali ke pihak desa via  whatshap, Kepala Desa Cibeber Aming Gumilar mengakui, “ Memang benar saya katakan demikian, tapi saya juga mengingatkan SI kalau dia beli tanah itu, suatu saat akan jadi masalah “kata kepdes ke team media

Jadi keterangan SL pada media bertolak belakang dengan konfirmasi  awak media dan diklarifikasi oleh   Kepala Desa Cibeber pakai sambungan telp whatsapp (direkam)

            Dengan adanya kesimpangsiuran tersebut, tim awak media bersama Carolis D Frans Ketua ARM Kota Kabupaten Tasikmalaya mengsinkronkan terkait keterangan SL dengan pihak Desa Cibeber. Bahkan saksi ikut bicara berisial AS, menerangkan kronologis tanah yang dibelinya.dan sempat bertanya-tanya awalnya jual beli itu antara inisial D (pemilik tanah) dengan   Kepala Desa Aming Gumilar,  apakah jual beli itu atas nama pribadi  Aming Gumilar atau   atas nama  Pemerintah Desa Cibeber ?   

Kepala Desa Cibeber Aming Gumilar sendidi menerangkan bahwa pembelian tanah itu memakai uang desa .”Bukan uang pribadi, tapi  sumber anggaran dari Bankeu karena lahan tanah itu akan digunakan untuk lapangan sepakbola,serta kalaupun Pak SL akan sertifikatkan tanah tersebut jalur program prona itu tidak akan berhasil jadi sertifikat,”jelas  kepala desa,

Team   berhasil konfirmasi langsung dengan pemilik tanah inisial D , Salah satu awak media bernama Ary dihubungi seseorang kepala botak alias plontos  ngaku sepupunya Dodi . Ada apa dengan Dodi ,yang menghubungi itu mengaku sepupunya Ddodi   dari daerah Andalusia Kota Tasikmalaya .Kemudian awak media konfirmasi via telpon ke Dodi bahwa orang berkepala botak itu bukan beking ataupun mau memback up “  kata Dodi ke awak media ,

Lantas  apa tujuannya ??..,  Sabtu 23 Juli 2022 sekitar pukul  17:00 WIB pemilik tanah di rumahnya  mengatakan bahwa ia menjual kembali tanah tersebut pada inisial SL berdasarkan perjanjian, surat perjanjian antara dia dengan Kepala Desa Cibeber Aming Gumilar    bunyi surat sebagai berikut;

A.Pihak ke I telah menjual sebidang tanah yang terletak di Blok Kampung Sukarame Desa Cibeber Kecamatan Manonjaya seluas 945m no spot 32.o8.150.013.005.0032.0 kepada pihak ke II (Aming Ahmad Gumilar S.IP) seharga Rp.168.750.000 (seratus enam puluh delapan juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah)

B.Pihak ke II telah membayar sebesar Rp.55.000.000 (lima puluh lima juta rupiah) kepada pihak ke I sebagai down payment (DP) bukti terima kwitansi bermaterai 10.000

C.Apabila pihak ke II tidak dapat menyelesaikan pembayaran pada tanggal 28 Februari 2021 maka pihak ke II menyetujui pihak ke I untuk menjual tanah tersebut kepada pihak lain dengan kesepakatan uang DP dikembalikan sebesar Rp.50.000.000 (lima puluh juta rupiah) dan tanah milik pihak ke I yang digunakan untuk pembangunan TPT lapang dihibahkan kepada Pemerintah Desa Cibeber serta jalan akses ke lapang melalui tanah pihak ke I akan di tutup.jelas Dodi Setiyadi

Dodi Setiyadi menambahkan,  proses jual beli  ia mengutus seseorang dan ia hanya tinggal tanda saja  dan tidak mau tahu menahu  itu uang berasal dari mana

Konfirmasi terakhir dengan pemilik tanah ia merasa aman aman saja karena dalam perjanjian dengan pihak desa tidak ada batasan waktu untuk mengembalikan uang bila gagal dibayar oleh pihak desa

Korda Kokab Tasikmalaya Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) berpendapat permasalahan ini sebaiknya cepat diselesaikan dengan cara duduk bersama untuk solusi yang terbaik agar dikemudian hari tidak akan menjadi masalah yang mungkin akan terjadi gugat menggugat yaitu adalah jalan terakhir silih lapor atau gugat menggugat . Bila semua pihak merasa saling benar dan tidak ada solusi pasti penyelesaian nya melalui jalur pengadilan (hukum)

Bila memang permasalahan ini tidak bisa selesai secara kekeluargaan, Korda ARM Kokab Tasikmalaya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengangkat permasalahan ini ke ranah hokum. Sebab uang yang katanya berasal dari Bankeu untuk DP tanah itu adalah uang dari program negara dan tentunya diduga ada kerugian negara serta diduga proses pembelian tanah tersebut oleh pihak desa tidak sesuai serta mengapa membeli tanah dan menerapkan pembangunan TPT di tanah yang belum jelas terindikasi ada penggiringan dan diduga tidak sesuai prioritas musdus ataupun musdes,kata Carolis D Frans   

 

Pada hari Minggu 23 Juli 2021 dirumah kediaman Kepala Desa Cibeber Aming Gumilar  menjelaskan ,bahwa  Bankeu 2020 ada  buat penataan lapang dan memang tidak ada dialokasikan buat membeli tanah lapang tersebut “Nah,makanya laporan pertanggung jawaban (LPJ) nya kami siasati sedemikian rupa “kata kades

“Kalau begitu,berarti laporan LPJ nya fiktif dong Pak Kades ??” tanya wartawan

“Ya, mau bagaimana lagi “ jawab Kades Cibeber dengan nada enteng. (TIM)***

 

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA