Ticker

6/recent/ticker-posts

Pemkab OKU Selatan

Sebanyak 1.276 Nakes Honorer Gerudug Kantor Bupati Tasikmalaya dan Minta Diangkat Jadi P3K


Tasikmalaya, NUANSA POST

Kamis (14/07/2022) pagi, sebanyak kurang lebih 1.275 tenaga kesehatan (nakes) honorer se-Kabupaten Tasikmalaya, berunjuk rasa di halaman Kantor Bupati Tasikmalaya, Mereka turun ke jalan untuk menuntut kesejahteraan nasibnya untuk bisa masuk formasi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K). Upaya tersebut dilakukan karena para nakes honorer tersebut khawatir dengan rencana penghapusan pegawai honorer oleh Pemerintah pusat di tahun 2023 mendatang.

Dalam orasinya Koordinator Aksi, Asep Anwar mengatakan, para nakes itu butuh kejelasan nasibnya, terlebih ada beberapa nakes honorer yang telah mengabdi selama puluhan tahun. "Kami menuntut Pemerintah Daerah untuk mengakomodir 1275 untuk diangkat menjadi P3K dengan dasar hukum PP 49 tahun 2018 tentang manajemen P3K," kata Asep Anwar, di lokasi unjuk rasa, Kamis (14/07/2022) siang.

Selain itu, kata Asep, berdasarkan informasi yang didapatnya, Pemerintah Daerah (Pemda) Tasikmalaya hanya menampung sekitar 47 orang, untuk kuota nakes honorer yang masuk formasi P3K. "Ini kuota untuk nakes itu informasi terakhir ada 47 nakes, itu terdiri dari 21 kategori dua dan sisanya untuk umum. Jadi kami yang 1275 orang ini tidak terakomodir oleh Pemerintah Daerah," tururnta

Asep Anwar menilai, kebijakan yang dirancang pemerintah itu dinilai tak sebanding dengan perjuangan para nakes yang selama tiga tahun kebelakang menjadi garda terdepan untuk berjuang melawan pandemi covid-19. "Padahal selama tiga tahun ke belakang kita sudah mati-matian menjadi garda terdepan menjaga stabilitas pelayanan kesehatan demi menjaga ancaman ketahanan negara dari covid-19, tapi Pemerintah Daerah tidak ada apresiasi untuk kami. Bahkan, P3K untuk kami pun dikikis untuk profesi lain, padahal ketika covid-19 itu datang kita dituntut melawan covid-19," pungkasnya

Pengabdian nakes sudah membantu program pemerintah,demi mewujudkan masyarakat yang sehat,tapi mengapa krja keras meteka yang bercucuran keringat membantu pemerintah hanya dihargai dengang gaji 300 ribu perbulannya , sungguh memilukan . . .  Dua tahun berjuang dalam masa pandemi covid 19,sampai sekarang mereka para honorer masih berjuang mewakafkan dirinya membantu pemerintah , mereka sangat membutuhkan perhatian kebutuhan hidupnya  dari yang mempunyai kebijakan di negeri ini. (ANDRI Hs)***

 

 

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA