Ticker

6/recent/ticker-posts

Anton Charliyan : “Pluralisme Masyarakat Indonesia Yang Rentan Adu Domba Bisa Diantisipasi Dengan Acara Silaturahmi Model Lebaran Bekasi “



Bekasi, NUANSA POST---
Acara lebaran Bekasi ke 2 yang digagas oleh H Damin Saba dari Jajaka Nusantara dibantu WN.88, bertempat di lapangan Alun-alun Bekasi berlangsung sukses & meriah, diikuti  sekitar 5000  masyarakat Bekasi Raya, Jabodetabek plus masyarakat Karawang & Subang dengan sangat antusias.Hadir dalam acara tersebut Plt Walikota Bekasi, Pjs  Bupati Bekasi, Dandim, Ketua MUI, PCNU , tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh budaya,  para ketua ormas al Bamus Betawi, FBR, jejaka Nusantara, WN 88, GMBI, AMS dll,    Acara ini pun dimeriahkan oleh Marching Band Chandrabaqa, Debus dari Jajakan Nusantara, Satria Banten serta Silat dan Tari jaipong dari Perguruan Silat & Sanggar Seni Bekasi Raya.

             Sambutanya, Irjen Pol (Purn) Dr.H.Anton Charliyan,MPKN  mantan Kadiv Humas Polri mewakili tokoh budaya. menyampaikan : bahwa Acara Lebaran Bekasi 1000 Ketupat ini patut di tiru oleh daerah lain sebagai arena silaturahmi antar warga tanpa membedakan suku , ras agama, etnik golongan dll. Sehingga satu sama lain bisa saling mengenal lebih dekat, sebagai satu Keluarga Besar Bekasi Raya. Bila acara tsb dilaksanakan secara koninue, tidak hanya event lebaran saja  tapi termasuk event event hari raya yang lain , bisa dirayakan secara bersama-sama, maka dengan seringnya elemen elemen masyarakat berkumpul bersama, tidak hanya saling mengenal saja, namun lebih jauh dari itu akan tumbuh rasa kekerabatan yang kuat, sehingga  tidak mudah diadu domba tidak mudah dijadikan ajang hoax oleh pihak-pihak yg ingin menghancurkan NKRI...

“Sebab sebagaimana kita ketahui bersama salah satu titik rawan bangsa Indonesia dengan pluralismenya yang multy kultur, sangat rentan sekali diadu domba, sehingga dijadikan jurus  ampuh para kolonial dulu untuk menguasai negeri kita, yakni yang kita kenal dengan   " devide et impera " memecah belah bangsa satu sama lain agar saling berantem. yang dampaknya bisa kita rasakan sampai hari ini.”ujarnya

            Abah Anton panggilan akrab Anton Charliyan yang mantan Kapolda Jabar ini menambahkan,” Untuk itu dengan adanya acara Lebaran Bekasi ini agar tetap dipertahankan sebagai suatu tradisi khas masyarakat Bekasi. Dan kedepan jika memungkinkan bisa ditambahkan dengan merayakan hari hari raya umat lain yang dianggap besar,  sehingga jika sering otomatis rasa kekerabatan & Kekeluargaan tadi makin erat dan makin mengikat. Dengan demikian secara otomatis akan mampu membangun  rasa persatuan & kesatuan antar warga, antar ormas antar etnis, antar suku dll. yang kokoh, sekaligus juga membangun nilai-nilai toleransi antar umat beragama. “jelas tokoh penggiat anti intoleransi dan radikalisme ini.

Dia melanjutnya, “Terlebih di era global ini masyarakat kita makin cenderung individualitas, sangat membutuhkan ajang  silaturahmi dan kebersamaan seperti lebaran Bekasi ini, justru kedepan Silaturahmi seperti bisa  menjadi suatu Hal yang langka.  Sekali lagi dengan adanya acara Lebaran Ketupat ini bisa menjadi ajang untuk membangun rasa kesatuan & persatuan serta memupuk nilaii-nilai  toleransi antar umat dengan riil & nyata , tidak hanya sekedar wacana " pungkasnya. (IRENIA SAKINAH)***

 

 

 

 

 

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA