Ticker

6/recent/ticker-posts

Sempat di Non Atifkan, 6000 JKN-KIS di Kab.Mesuji Dapat Kembali Dimanfaatkan


Mesuji –NUANSA POST

Setelah sempat di non aktifkan, sebanyak 6.000 peserta penerima bantuan iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional- Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) akhirnya Kembali diaktifkan, usai Dinas Sosial Kabupaten Mesuji mengusulkan kembali ke Kementerian Sosial (Kemensos).  

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mesuji, Prasetyo Yura melalui Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial Marhakim. “Kementrian Sosial beberapa waktu lalu sempat menonaktifkan status kepesertaan dari 6.000 peserta PBI yang iurannya dibayar menggunakan APBN dari jumlah total penerima PBI di Kabupaten Mesuji sebanyak 50.138 peserta,” katanya.

Penonaktifan ini, kata dia, dikarenakan persoalan data, namun Dinas Sosial telah melakukan verifikasi dan validasi data peserta yang dinonaktifkan. " Hasil verifikasi dan validasi data yang dilakukan, telah diusulkan kembali dan sekarang sudah kembali aktif, dan bisa digunakan kembali oleh masyarakat,"ujarnya, Rabu (16/03/2022).

 Menurutnya, saat ini di Mesuji peserta penerima PBI yang iurannya dibiayai oleh APBN ada 50.138 peserta. "Langkah yang kita ambil untuk membantu peserta yang kepersertaannya di nonaktifkan, yakni dengan meminta bantuan dari pihak desa untuk ikut membantu melakukan verifikasi dan validasi data. Hasilnya, alhamdulillah saat ini sudah kembali aktif lagi,"imbuhnya.

Sementara Zakaria, salah satu warga yang melakukan pengaktifan kembali PBI JKN-KIS mengaku senang, akhirnya JKN-KIS yang dimiiliki sudah aktif kembali dan sudah bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis. "Alhamdulillah, kartu KIS nya setelah di verifikasi ulang datanya hari ini, sudah kembali aktif dan dapat di pergunakan "pungkasnya.(RANDI)

 

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA