Ticker

6/recent/ticker-posts

Manajemen PT Palma Satu Abaikan Surat Panggilan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indragiri Hulu Terkait Kasus PHK Sepihak Terhadap Ny.Lisa


Indragiri Hulu, NUANSA POST

Pihak manajemen duta PT Palma Satu telah mengabaikan surat panggilan dari Dinas Tenaga Kerja Kab.Indragiri Hulu untuk memediasi terkait kasus PHK sepihak kepada salah seorang karyawan bernama Ny.Lisa yang sudah 10 tahun bekerja, dipaksa berhenti bekerja tanpa surat peringatan dan pemberitahuan terhadap dirinya dan bahkan dia tidak menerima pesangon.

            “Kami sudah melayangkan surat panggilan kepada pihak manajemen PT Palma Satu ini untuk memediasi kasus dugaan PHK secara sepihak kepada Ny.Lisa yang disampaikan oleh pemegang surat kuasa Mohammad Syopri dan SBPI , tapi diabaikan begitu saja. Artinya, pihak manejemen perkebunan kelapa sawit tersebut telah meremehkan aturan.”ujar Sutikno staf Dinas Tenaga Kerja Kab.Indragiri Hulu.

            Sutikno menjelaskan, pihak Disnaker Kab.Indragiri Hulu akan kembali mengirimkan surat kepada perusahaan sakit PT Palma Satu untuk melakukan mediasi PHK sepihak, agar permasalahannya segera selesai. Karena PHK yang dilakukan PT Palma Satu sangat merugikan karyawan. Surat undangan mediasi pada kamis 9 Desember 2021 tersebut ditandatangani oleh Sekdis Hj.Dewi Deva Yanti,SH,MM diabaikan.


            Hal senada diungkapkan Rita koordinator dari Provinsi Riau atas ketidakhadiran pihak menejemen PT Palma Satu pada acara mediasi tersebut.”Kami sangat menyesalkan pihak PT Palma Satu tidak hadir pada acara mediasi untuk menyelesaikan masalah PHK sepihak yang menimpa Ny.Lisa. Kalau tidak hadir, harusnya pihak perusahaan itu menghubungi ponsel saya, dengan memberikan alasan yang jelas karena ketidakhadirannya itu,”ujarnya.

            Manajemen PT Palma Satu Indragiri Hulu dinilai bandel, karena sebelumnya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau telah melayangkan surat panggilan tertanggal 30 November 2021 yang ditandatangani oleh H Jonli,S.Sos,M.Si selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau untuk menghadap kepada 3 orang pengawas ketenagakerjaan (Rival Lino,ST,MT, R Merru Maulana,SE,MH dan Supriadi ST) guna dimintai keterangan dan penjelasan pihak PT Palma Satu  atas pengadian yang dilakukan oleh karyawannya terhadap pelaksanaan ketentuan ketenagakerjaan, tetai tidak hadir juga.


            Ketidakhadiran manajemen PT Palma Satu atas undangan media oleh Disnaker Kab.Indragiri Hulu tersebut, tentu saja disesalkan pengurus serikat buruh SBPI PT Palma Satu. “Artinya, pihak manajemen PT Palma Satu tidak ada niat baik untuk menyelasaikan masalah, terutama kaitannya dengan PHK sepihak yang sangat merugikan karyawan bernama Ny.Lisa,” ujarnya.

            Sebegaimana diketahui, kasus PHK sepihak oleh PT Palma Satu yang menimpa Ny.Lisa, karena saat itu (06/02/2021) dipaksa untuk menandatangani surat pengunduran diri mandor panen bernama Damani. “Saat itu saya dipaksa untuk mengundurkan diri sebagai karyawan tetap dan harus pergi bersama pencuri ATM. Saya tidak bisa baca tulis, makanya ketika disuruh menandatangi surat itu, saya tanda tangani. Setelah itu, mandor panen Pak Damani membacakan isi surat tersebut, dan sangat kaget karena saya dipecat. Padahal, saya tidak tahu menahu soal pencurian ATM. Saya menangis, tidak terima diperlakukan seperti itu, dipaksan menandatangi surat pengunduran diri dan di PHK tanpa menerima pesangon sepeser pun,”ungkap Ny.Lisa kepada awak media. (M.SYOPRI)***

 

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA