Ticker

6/recent/ticker-posts

Pemkab OKU Selatan

Akhirnya Kasi BB Antonius Sahat Tuaharo Munte, SH., Sampaikan Hak Jawab


 


Dumai, NUANSA POST

Setelah diberitakan, terkait isu dugaan jual beli "Barang Rampasan Kapal Untuk Dimusnahkan" diduga dilakukan oleh oknum Jaksa, akhirnya Kasi BB Antonius Sahat Tuaharo Munte, SH., sampaikan Hak Jawab kepada NUANSA POST.

"Berita hak jawab sudah dirilis dimedia RiauTerkini, media bersangkutan. Silahkan lihat berita tersebut dimedia bersangkutan. Yang hal lebih lanjut silahkan tanya pada koordinator Pak Iwan," chat Antonius Sahat pada Jurnalis.

Lagi Antonius Sahat menambahkan "Perihal pemusnahan Barang Bukti, khususnya pemusnahan kapal, yang berwenang adalah JPU serta seksi Pidum, sebagaimana KUHAP mengatur JPU berwenang melaksanakan tugas Penuntutan sampai eksekusi. Dan dengan ini eksekusi yang berwenang serta bertanggung jawab adalah JPU serta seksi Pidum.. Seksi BB adalah mndanoingi pelaksanaan kegiatan eksekusi pemusnahan Barang Bukti kapal... Silahkan tanya pada JPU dan Pak Agung selaku Kasdum pada saat itu".

Mendapat respon Kasi BB Antonius Sahat dan komunikasi yang baik dari beberapa Kasi, Jurbalis mengkonfirmasi Hak Jawab Kasi BB Antonius Sahat kepada Riauterkini.Com.

Pejabat PPID Kasi Intel Kejaksaan Negeri Dumai melaksanakan kegiatan Confrensi Pers kepada rekan media, dan Kasi Intel mengatakan bahwa para JPU selalu melaksanakan kegiatan eksekusi pemusnahan  barang bukti secara rutin dan berkala terhadap seluruh barang bukti, baik yang berasal dari Tindak Pidana Umum maupun yang berasal dari Tindak Pidana Khusus, dan terkhusus terhadap pemusnahan kapal yang berasal dari Tindak Pidana Perikanan sudah dilaksanakan eksekusi pemusnahan kapal sesuai dengan aturan yang berlaku baik formil maupun materiil yang dibuktikan dengan document BA (Berita Acara) dan

foto yang lengkap bahwa kapal telah dimusnahkan dengan cara ditengelamkan ditengah laut,

Berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Dumai agar melaksanakan pemusnahan kapal dan JPU wajib segera melaksanakan pemusnahan.Selanjutnya Seksi Pidum (Pidana Umum) berkoordinasi dengan Seksi PB3R (Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan) untuk melaksanakan kegiatan eksekusi pemusnahan kapal, dan diputuskan pemusnahan dilakukan dengan cara ditenggelamkan di tengah laut.

Kemudian seksi Pidum dan seksi PB3R mempersiapkan materiil pemusnahan kapal dan formil kelengkapan admisnistratif pelaksanaan pemusnahan kapal dengan cara kapal dibawa ke tengah laut, kemudian kapal ditenggelamkan ditengah laut. Kegiatan pemusnahan kapal telah dilaksanakan sebanyak 2 (dua) kali oleh JPU dan Seksi Pidum besama Seksi PB3R :

1. Kapal KM. PKBF 1731 GT. 69,45 An. Paidi pada 28 Juni 2021,  disaksikan 2 (dua) orang

saksi dari petugas AL An. Gusjuli dan saksi Polisi An. Bayu Abdillah.

2. Pemusnahan II.

Kapal KM. PKBF 423 GT.51,44 An. Sutikno, (28 Juni 2021,  disaksikan 2 (dua) orang dari petugas AL An. Gusjuli dan saksi Polisi An. Bayu Abdillah

dan;

3. Pemusnahan III. Kapal KM PKBF 1472 GT. 80,68 An. Myo Zaw Htun dimusnahkan

(26 November 2021), disaksikan 3 (tiga) orang petugas AL An. Bahar Keya, saksi Polisi An. Bayu Abdillah dan Muhammad Sapriyadi dan pada saat kegiatan, pemusnahan kapal dilakukan dokumentasi dan menandatangai BA Pemusnahan Kapal.

Dengan demikian, Kejaksaan Negeri Dumai telah melaksanakan pemusnahan

seluruhnya sebagaimana mestinya.(RHS)

 

 



Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA