Ticker

6/recent/ticker-posts

Bupati Lampung Timur Membuka Pelatihan Sulam Tapis Tahun 2021


Lamtim, NUANSA POST

Bupati Lampung Timur M. Dawam Rahardjo membuka kegiatan Pelatihan Sulam Tapis di Kabupaten Lampung Timur Tahun 2021. Acara yang diselenggarakan di Kecamatan Sekampung Udik, Rabu (3/11/2021).

            Bupati Dawam mengatakan kegiatan ini sebagai sarana pengenalan kebudayaan khas Lampung, agar masyarakat tidak melupakan kekayaan budaya warisan Lampung.

"Ini merupakan kesempatan bagi para peserta untuk berlatih sulam tapis Lampung, di tengah kemajuan teknologi saat ini, dengan tidak melupakan kekayaan khas Lampung," ujar Bupati Dawam.

            Dawam menjelaskan Tapis sendiri merupakan kain khas Lampung, yang terbuat dari tenunan benang kapas, dengan berbagai motif dari benang perak atau benang emas, dengan sistem sulam atau disebut cucuk oleh masyarakat.

            "Bagi orang Lampung, kain tapis merupakan salah satu kerajinan seni, yang bermakna untuk menyelaraskan kehidupan pada lingkungan, dan kepada Tuhan Sang Pencipta Alam," katanya.

            Tapis sendiri kata Dawam, memiliki berbagai motif dan tidak hanya cantik, namun ada pesan di dalamnya. "Seperti motif tajuk ayun yang mengandung makna bahwa hidup itu bersifat dinamis, sehingga harus luwes dalam mengikuti perkembangan zaman," ujarnya.

Menurutnya, kain tapis dapat dikatakan menunjukkan suatu ketelitian dan kesabaran, sehingga dapat menghasilkan karya seni yang indah dan memuat nilai budaya serta sejarah perkembangan masyarakat. "Dengan makna yang terkandung tersebut, sehingga kain tapis memiliki nilai jual yang tinggi," katanya.

            Dawam menyebutkan Kain Tapis tidak hanya dipakai orang Lampung untuk acara adat, akan tetapi saat ini mulai diaplikasikan dalam berbagai ragam fashion. "Sehingga kain tapis sudah dikenal dalam even bertaraf Nasional maupun Internasional, yang dikenalkan para desainer Indonesia dalam even-even besar, dengan mengolah kain tapis, dalam balutan busana casual, semi formal dan formal," ujarnya.

            Untuk itu, Dawam meminta sebagai warisan kekayaan budaya Lampung, kain tapis harus dikenalkan kepada masyarakat Lampung Khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

            Hal tersebut agar tidak hilang ditelan zaman dan tergeser oleh budaya modern, serta diharapkan bisa berkolaborasi dengan perkembangan zaman saat ini. "Mari kita galakkan semangat mengembangkan warisan budaya leluhur, yang sekaligus untuk menciptakan kreatifitas kemandirian masyarakat, dan meningkatkan perekonomian masyarakat," katanya.

            Terakhir, Dawam berpesan kepada seluruh peserta, agar dapat mengikuti pelatihan ini secara bersungguh-sungguh, dengan mengikuti seluruh tahapan dan proses pelatihan.

            "Marilah kita bahu membahu, membulatkan tekad, dalam rangka memajukan dan melestarikan sulam tapis ciri khas Lampung, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta daya saing Sumber Daya Manusia yang ada di Bumei Tuwah Bepadan, untuk mewujudkan Rakyat Lampung Timur Berjaya," katanya. (DANIAL/KOMINFO)***)

 

 

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA