Ticker

6/recent/ticker-posts

Sempat Muncul Dalam Berita, Ini Klarifikasi CV Pemuda Tiga Satu

DUMAI, NUANSA POST.

Adalah Petai (Parkia Speciosa), makanan khas yang kerap dikonsumsi sebagian masyarakat Indonesia. Tanaman sayur ini begitu terkenal dengan rasa dan aroma khas. Meski memiliki bau yang khas dan menyengat, petai mengandung 90-150 kalori. Selain itu, petai juga diketahui mengandung beberapa nutrisi, seperti : Protein, Karbohidrat, serat, Lemak, Mineral; seperti Kalsium, Mangan, Kalium, Zat Besi, Fosfor, Zinc, Magnesium, dan Tembaga.

Beberapa jenis vitamin; termasuk vitamin C, vitamin B1, dan vitamin E. Selain nutrisi tersebut, petai juga kaya akan antioksidan, seperti polifenol, Tanin, dan Superoxide Dismutase (SOD). Di beberapa negara, sayuran dengan nama latin Parkia Speciosa ini juga digunakan sebagai obat herbal tradisional karena diyakini bisa mengatasi berbagai penyakit. Petai dapat tumbuh di dataran rendah maupun pegunungan. Lahan yang baik adalah yang ber-pH antara 5,5 – 6,5. Sementara kadar rata-rata pH tanah Dumai 4,5.

Tidak hanya di Indonesia, petai juga umum ditemukan di beberapa negara Asia Tenggara lainnya, seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina. Bulan lalu, salah satu media online sempat menaikkan berita dengan judul "Mantap, Petai Dumai Tembus Pasar Ekspor Malaysia" Rabu (22/08/2021), sehingga menimbulkan persepsi pembaca seolah-olah petai (Parkia Speciosa) yang di ekspor ke Malaysia adalah produk Dumai.

Saat NUANSA POST.NET konfirmasi tentang ekspor Petai asal Dumai, dijawab Sekretaris Disdag Komman Silalahi "Ada ekpor, tapi petainya dari sumbar dan Jawa, tapi kegiatan ekspor melalui pelabuhan Dumai". Sabtu (02/10/2021) beberapa awak media bertemu pengawas CV Pemuda Tiga Satu, merupakan eksportir yang di maksud. Pengawas bernama Edyven dengan gamblang bercerita seluk beluk bisnis ekspor salah satu makanan kegemaran masyarakat orang Asia Tenggara tersebut.

 

"Petai kita 90% dari luar Dumai, 10% nya dari petani lokal. Sebab kami sangat menjaga kualitas," buka Edyven, saat berbincang di gudang yang terletak di tepian Sungai Dumai Jln Budi Kemuliaan. Karena komoditas petai yang di ekspor masuk Grade A (Premium), CV Pemuda Tiga sangat berhati-hati dalam menyortir bahan.

"Para pekerja telah di latih dan selalu diawasi. Kami pastikan semua berjalan sesuai SOP," lagi pria tinggi Edyven. Diterangkan, tanaman bernama latin Parkia Speciosa ini di pesan dari Jawa menggunakan Pesawat Udara. Dari Pekanbaru kemudian di langsir gunakan mobil Travel dan setiba di Dumai langsung disortir manual atau dengan tenaga manusia. Jadi sangat mengandalkan ketajaman penglihatan.

Yang tidak lolos kontrol akan masuk Grade B, yang lolos di masukkan dalam plastik bungkus kecil muatan 200 gram. 5 bungkus kecil = 1 Kg (1 pack). 20 Pack (20 Kg) dimasukkan dalam satu kotak Fiber. Perusahaan kemudian mengekspor lewat Kapal Laut yang sandar di Pelabuhan Rakyat sepanjang Sungai Dumai.

Sekali kirim 10 Ton dengan menggunakan 2 unit Kapal. Perkapal muatan 5 Ton. Seminggu 2 kali pengiriman. Ditambahkan Edy, Petai merupakan tanaman musiman. Setahun hanya sekali panen. Musim panen berkisar September hingga Maret.

"Ada juga Petai yang di datangkan dari Sumatera Utara, Sumbar, Jambi, Lampung dan Sumatera Selatan. Jelasnya, petai asal Indonesia sangat digandrungi masyarakat Malaysia," tutup Edy Ven. Selain Petai, komoditi ekspor lain CV Pemuda Tiga Satu berupa Buncis, Sayur Kol dan Keladi. (RHS)

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA