Ticker

6/recent/ticker-posts

Masih Konflik Kerja Bongkar Muat, Kembali Para Pihak Duduk Satu Meja

DUMAI, NUANSA POST

Konflik pekerjaan bongkar muat di area kerja perusahaan pengolahan CPO PT Sari Dumai Oleo (SDO) masuki tahap runding. Jika beberapa waktu lalu, pada pertemuan pertama, tidak membuahkan hasil, pada pertemuan kedua kali ini, tampak progres baru. Diketahui ada 3 Serikat Kerja bongkar muat yang beroperasi di PT SDO. Ke 3 Serikat, sesuai kontrak, di bawah naungan Primer Koperasi Angkatan Laut (Primkopal) Lanal Dumai. Beberapa minggu terakhir, ada ketidak cocokan dalam hal upah buruh dan Jaminan BPJS. Hal tersebut memicu konflik.

Pertemuan mengambil tempat di ruang kerja Camat Sungai Sembilan, dihadiri semua pihak yang berkepentingan. PT SDO di wakili Manajer Edi Rahmad, SH., di dampingi Humas Kameru Bangun. Dari Serikat Pekerja Pemuda Pancasila (SP3) di hadiri Sekretaris Hermanto Sitorus, Pembela Kesatuan Tanah Air Bersatu (Pekat IB) di wakili Datuk Maulana, Perkumpulan Pemuda Pemudi PU Lama (P4L) di wakili Roni, Sekcam Muhtadi, Ketua Primkopal Peltu SAA Sujono, Kapolsek Sungai Sembilan AKP Rinaldi Situmeang, Koramil Sungai Sembilan di wakili Babinsa Basilam Baru dan Sungai Geniot dan Ketua MKA LAMR-DUMAI Kecamatan Sungai Sembilan Datuk Musa, sebagai Penguasa Kearifan Lokal.

Dialog di mulai dengan ucapan salam pembuka Tuan Rumah Sekcam Muhtadi, di lanjutkan Manajer Edi Rahmad sebagai Moderator. "Untuk dialog menyelesaikan masalah, sengaja kami minta Kantor Kecamatan sebagai tempat nya. Karena ini merupakan tempat layanan publik, kami beranggapan posisi nya sangat netral," buka Edi Rahmad.

Peltu Sujono (Primkopal) sebagai Pihak Koordinator Serikat Buruh di daulat Edi, Penyampai pandangan pertama. Terlebih dahulu Peltu Jono bercerita kronologi. "Awal mula ada utusan masyarakat 4 RT datang menghadap ke Primkopal. Mereka mewakili 255 KK yang berada di sekitar area PT SDO," buka Jono.

"Dan mereka meminta kesediaan Primkopal untuk menaungi warga 4 RT, dalam hal ini di wakili oleh P4L untuk melakukan aktivitas kerja bongkar muat di PT SDO," urai Jono. Di lanjutkan Jono, akhirnya Primkopal bersedia menjadi pengelola TKBM untuk mewadahi 3 serikat yang sebelumnya belum terjadi kesepakatan kerja. Atas dasar kemanusiaan dan turut hadirnya kami di tengah masyarakat untuk menciptakan rasa aman nyaman dan kondusif serta keberlangsungan investasi akhirnya kami siap. Pertemuan selain di hadiri Camat, Perusahaan dan SP3 juga di hadiri 2 serikat lain.

Pihak perusahaan kemudian bersedia Primkopal sebagai Koordinator Serikat. Namun tidak hanya P4L, dua serikat lain, SP3 dan Pekat IB yang hadir dalam pertemuan, turut serta pihak yang di koordinir Primkopal. Di perjalanan, terjadi konflik. Baik upah buruh maupun hak BPJS pekerja. "Ada Serikat yang merasa tak puas dalam hal upah kerja. Kami sudah upayakan menjembatani berbagai pihak, namun tidak ada titik temu," imbuh Jono.

"Demi kondusifitas investasi dan kemaslahatan semua pihak, sesuai perintah Komando tarik diri dan terlibat terlalu jauh yang mengatasnamakan urusan pekerja dan buruh, mulai 07 September. Selanjutnya kami Primkopal nyatakan undur diri sebagai Koordinator hingga September," tutur Jono. Di lanjutkan Jono, jelang akhir September, Primkopal akan selesaikan urusan administratif terlebih dahulu. "Dalam etika bisnis masih ada tanggung jawab yang harus di selesaikan," imbuh Jono.

Peltu Jono minta semua pihak agar menjaga kondusifitas jelang peralihan nanti. "Saya persilahkan siapa yang bersedia jadi koordinator," ucap Jono. "Mohon maaf segala kekurangan saya selama ini. Saya sudah berikan yang terbaik sesuai dengan kemanpuan kami" tutup Jono.

Beralih pada Kapolsek AKP Rinaldi Situmeang. "Kami hanya fokus urusan Kamtibmas dan kondusifitas investasi," singkat Rinaldi. Ketua MKA LAMR-DUMAI (Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Dumai) Kecamatan Sungai Sembilan Datuk Long/Musa berucap simpel padat. "Bukan hanya 3. Ada 2 lagi Serikat Pekerja di lapangan. Jadi, kami ingin persoalan ini di bawa ke Disnaker agar sinkron," suara Sitorus.

Sitorus berpandangan, karena 2 serikat lain juga berbadan hukum, ia menginginkan aturan hukum Ketenagakerjaan di tegakkan. "Jika hukum di tegakkan, akan tercapai keadilan," kata nya. "Jelang akhir bulan, kami akan bekerja apa adanya," urai Sitorus.

Datuk Maulana perwakilan Pekat IB hanya berkata sederhana menanggapi. "Kami serahkan kembali segala sesuatu nya pada kebijakan perusahaan," closing Datuk Maulana. Humas PT SDO Kameru Bangun di penghujung dialog, merangkum hasil pertemuan. "Hasil pertemuan sudah mengerucut. Jangan lihat hari ini, tapi pandang jauh ke depan," rangkum Kameru.

Ia tekankan agar 3 hal kepada para Serikat. "Belajar, bekerja dan berusaha," motivasi Kameru. "Sedari awal, kami ingin dari kegiatan perusahaan di Sungai Sembilan, masyarakat sekitar mendapat manfaat," lagi Kameru. Ditambahkan Kameru, jika masyarakat sekitar hanya jadi penonton maka tidak akan ada kemajuan, baik ekonomi dan teknologi. "Menanggapi penyampaian SP3, kami katakan aturan hukum/kertas belum tentu hasilkan keadilan. Jadi mari kita berikan yang terbaik bagi Kota Dumai," tutup pria berkacamata ini. Setelah di tutup Manajer Edi, tampak para pihak berbincang akrab, sambil nikmati makan minum yang di sediakan Kecamatan. (RHS)

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA