Ticker

6/recent/ticker-posts

Drs. Morhan Tambunan,M.Si., : Deflasi Terjadi Karena Adanya Penurunan Indeks


Dumai - NUANSA POST

Berdasarkan rillis Badan Pusat Statistik (BPS) disampaikan Kaban Drs. Morhan Tambunan, M.Si., lewat Zoom Meeting, Rabu (01/09/2021) di ruang Command Center lantai 2 Diskominfo.

Tingkat deflasi sebesar 0,26 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,85. Inflasi Tahun Kalender (Januari-Agustus) 2021 sebesar 0,86 persen dan Inflasi tahun ke tahun (Agustus 2021 terhadap Agustus 2020) sebesar 2,47 persen.

Deflasi terjadi karena adanya penurunan indeks harga di 4 (empat)kelompok pengeluaran;  makanan, minuman dan tembakau 0,88 persen; diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,30 persen; kelompok kesehatan dan kelompok transportasi masing-masing 0,01 persen.

Sedangkan 4 (empat) kelompok mengalami inflasi; pendidikan 1,25 persen, diikuti rekreasi,olahraga, dan budaya 0,39 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,13 persen dan terendah kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,02 persen.

Sementara 3 (3iga) kelompok mengalami inflasi/deflasi yang  relatif stabil kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; kelompok pakaian dan alas kaki serta kelompok penyedia makan dan minuman/restoran.

Komoditas yang memberi andil terjadinya deflasi; cabai merah, bayam, daging ayam ras, kangkung, telur ayam ras, cabai rawit, tomat, terong, buncis, ketimun, emas perhiasan, wortel, kentang, ayam hidup, daun singkong, jeruk, sawi hijau, kembang kol, kerang, petai, sawi putih, ikan asin, teri dan lain-lain.

Dari 24 kota di Sumatera yang menghitung IHK, 5 (lima) Kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan 0,28 persen; diikuti Banda Aceh 0,26 persen; Padangsidempuan 0,23 persen; Bengkulu 0,16 persen; dan terendah Sibolga 0,05 persen.

Sementara 19 (sembilan belas) Kota mengalami deflasi dengan deflasi tertinggi terjadi, Bandar Lampung 0,53 persen diikuti Batam dan Jambi masing-masing 0,44 persen; Tembilahan 0,42 persen; Tanjung Pinang 0,32 persen; Metro 0,28 persen; Pangkal Pinang dan Bukit Tinggi 0,27 persen; Dumai  0,26 persen; Lubuklinggau dan lhokseumawe masing-masing 0,21 persen; Bungo 0,20 persen; dan terendah Meulaboh 0,03 persen.

Sementara 8 (delapan) Kota mengalami deflasi, Bandar Lampung 0,53 persen, diikuti Jambi 0,44 persen; Tanjung Pinang 0,32 persen; Pangkal Pinang 0,27 persen; danterendah Palembang 0,04 persen.Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi penting yang seringdigunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga barang dan jasa, berupa inflasi/deflasi di tingkat konsumen perkotaan.

Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga, dari paket komoditas barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga di suatu daerah tertentu.Inflasi yang disajikan pada publikasi, meliputi inflasi bulanan, inflasi tahun kalender dainflasi tahun ke tahun (year on year). Inflasi bulanan merupakan gambaran perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan bersangkutan dengan bulan sebelumnya. Sedangkan inflasi tahun kalender, merupakan perubahan IHK bulan bersangkutan dibanding dengan IHK bulan Desember tahun sebelumnya atau dikenal juga inflasi kumulatif, dan inflasi tahun ke tahun (year on year),  merupakan perubahan inflasi bulan berjalan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan pantauan BPS pada Agustus 2021, Dumai mengalami deflasi 0,26 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 106,85 Inflasi Tahun Kalender (Januari-Agustus) 2021 0,86 persen dan Inflasi tahun ke tahun (Agustus 2021 terhadap Agustus 2020) sebesar 2,47 persen.

Deflasi di Dumai terjadi karena adanya penurunan indeks harga di 4 (empat)kelompokpengeluaran; kelompok makanan, minuman dan tembakau 0,88 persen,Deflasi terjadi karena adanya penurunan indeks harga di 4 (empat)kelompok pengeluaran;  makanan, minuman dan tembakau 0,88 persen; diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,30 persen; kelompok kesehatan dan kelompok transportasi masing-masing 0,01 persen.

Sedangkan 4 (empat) kelompok mengalami inflasi; pendidikan 1,25 persen, diikuti rekreasi,

olahraga, dan budaya 0,39 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,13 persen dan terendah kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,02 persen.

Sementara 3 (tiga) kelompok mengalami inflasi/deflasi yang relatif stabil; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; kelompok pakaian dan alas kaki serta kelompok penyedia makan dan minuman/restoran.Komoditas yang memberi andil terjadinya deflasi; cabai merah, bayam, daging ayam ras, kangkung, telur ayam ras, cabai rawit, tomat, terong, buncis, ketimun, emas perhiasan, wortel, kentang, ayam hidup, daun singkong, jeruk, sawi hijau, kembang kol, kerang, petai, sawi putih, ikan asin teri dan lain-lain.

Dari 24 kota di Sumatera yang menghitung IHK, 5 (lima) Kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan 0,28 persen; diikuti Banda Aceh 0,26 persen; Padangsidempuan 0,23 persen; Bengkulu 0,16 persen; dan terendah Sibolga 0,05 persen.

Sementara 19 (sembilan belas) Kota mengalami deflasi dengan deflasi tertinggi terjadi, Bandar Lampung 0,53 persen diikuti Batam dan Jambi masing-masing 0,44 persen; Tembilahan 0,42 persen; Tanjung Pinang 0,32 persen; Metro 0,28 persen; Pangkal Pinang dan Bukit Tinggi 0,27 persen; Dumai  0,26 persen; Lubuklinggau dan lhokseumawe masing-masing 0,21 persen; Bungo 0,20 persen; dan terendah Meulaboh 0,03 persen.

Dari 10 ibukota Provinsi di pulau Sumatera, 2 (dua) Ibukota Provinsi mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi Banda Aceh 0,26 persen; dan Bengkulu 0,16 persen. Sementara 8 (delapan) Kota mengalami deflasi, Bandar Lampung 0,53 persen, diikuti Jambi 0,44 persen; Tanjung Pinang 0,32 persen; Pangkal Pinang 0,27 persen; dan terendah Palembang 0,04 persen.

Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi penting yang sering

digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga barang dan jasa, berupa inflasi/deflasi di tingkat konsumen perkotaan.

Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga, dari paket komoditas barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga di suatu daerah tertentu.Inflasi yang disajikan pada publikasi, meliputi inflasi bulanan, inflasi tahun kalender dan

inflasi tahun ke tahun (year on year). Inflasi bulanan merupakan gambaran perubahan Indek Harga Konsumen (IHK) bulan bersangkutan dengan bulan sebelumnya. Sedangkan inflasi tahun kalender, merupakan perubahan IHK bulan bersangkutan dibanding dengan IHK bulan Desember tahun sebelumnya atau dikenal juga inflasi kumulatif, dan inflasi tahun ke tahun (year on year),  merupakan perubahan inflasi bulan berjalan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan pantauan BPS pada Agustus 2021, Dumai mengalami deflasi 0,26 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 106,85 Inflasi Tahun Kalender (Januari-Agustus) 2021 0,86 persen dan Inflasi tahun ke tahun (Agustus 2021 terhadap Agustus 2020) sebesar 2,47 persen.

Deflasi di Dumai terjadi karena adanya penurunan indeks harga di 4 (empat) kelompok pengeluaran; kelompok makanan, minuman dan tembakau 0,88 persen; diikut kelompok perawatan pribadi dan jasa lain 0,30 persen; kelompok kesehatan dan kelompoktransportasi masing-masing 0,01 persen. Sedangkan 4 (empat) kelompok mengalami inflasi;yaitu kelompok pendidikan 1,25 persen; diikuti kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 0,39 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,13 persen dan terendah kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,02 persen.

Sementara 3 (tiga) kelompok mengalami inflasi/deflasi yang relatif stabil; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; kelompok pakaian dan alas kaki

serta kelompok penyedia makan dan minuman/restoran.

Pantauan NUANSA POST, Live Zoom di hadiri Asisten 3 Muhammad Syafie, S.Sos., M.Si., Kabag Perekonomian, Ketua Kadin Zulfan Ismaini, Kepala Bulog Sukawi di wakili Ruyun Rajab Panjaitan, Kadis Perdagangan di wakili Sekretaris Komman Silalahi serta Kadis Pertanian Mukhlis Suzantri, S.Hut.T., MT., di wakili serta Kadis Kominfo M. Adli di wakili. Mengikuti Virtual, Ketua PWI Bambang Rio, warga masyarakat dan dimoderatori pegawai BPS,  langsung dari kantor BPS, jalan Perwira, Kecamatan Bukit Kapur.(RHS)

 

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA