Ticker

6/recent/ticker-posts

BINWAS Monev Inspektorat Lampura Piknik Cuci Mata Di Desa Sumbertani.

LAMPUNG UTARA – NUANSA POST.

Fungsi Pembinaan dan Pengawasan (Binwas) dalam Monitoring Evaluasi (Monev) yang dilakukan oleh Aparatur Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) melalui Satuan kerja (Satker) Inspektorat Pemerintah Kabupaten lampung utara terhadap Tata kelola Administrasi dan Pemanfaatan anggaran Dana Desa (DD) pada Pemerintahan Desa Sumbertani Kecamatan Abung pekurun terkesan hanya sebuah Pencitraan dan Seremoni belaka Alias piknik Cuci mata dan main mata, Selasa (28/09). Pasalnya dalam kurun waktu hampir tiga tahun lebih, Aparatur Pengawasan Pemerintah (APIP) Inspektorat Kabupaten Lampung utara tak mampu atau tak ada niatan untuk Melakukan Proses Audit dan memberikan Sanksi tegas berdasarkan Fungsi Kewenanganya terhadap Oknum Kepala Desa (Kades) Desa Sumbertani Kusnadi, yang di Duga kuat sebagai otak dalang Terjadinya Tindak Pidana Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) pada pengelolaan anggaran Dana Desa (DD) Desa Sumbertani secara berturut-turut pada tahun anggaran 2018 - 2021 yang merugikan keuangan Negara hingga Ratusan juta Rupiah dengan Bermoduskan Kegiatan peningkatan sarana jalan Desa dan Pembangunan Drainase siring pasang Type 60 dengan Volume 500 meter yang hingga kini tak ada Sarana Fisiknya yang Di duga Fiktif.

Bedasarkan Hasil temuan dari Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKI) yang telah di Laporkan kepada Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Sat reskrim Polres Lampung utara pada tahun 2020 lalu, yang di tindak lanjuti dengan pemanggilan dan Pemeriksaan terhadap Oknum Kepala Desa (Kades) Kusnadi, namun tanpa kelanjutan proses Hukumnya, Dan dapat di duga ada upaya-upaya Oknum tertentu yang bermain mata dengan Pihak-pihak terkait yang sengaja menjegal untuk meloloskan Oknum Kepala Desa Kusnadi agar dapat Lolos dari jerat Hukum. Kesan ini membuat Ketua Umum LAKI Alian Arsil geram dan mengecam Hal ini dengan melontarkan kalimat pedasnya," Atas nama Lembaga Anti Korupsi Indonesia, saya meminta kepada Kepala Inspektorat yang menduduki jabatan saat ini, agar kiranya dapat segera menindak tegas dan melimpahkan kasus Desa Sumbertani keranah hukum. sebab kasusnya sudah berjalan sejak 2017 hingga 2021. yang di perkirakan telah merugikan keuangan negara mencapai ratusan juta rupiah. bila ini dibiarkan maka bukan tidak mungkin ada para oknum yang ikut terlibat di dalamnya," ketus Alian arsil Geram.

Masih kata Alian Arsil," Karena selama ini kami nilai, Pembinaan Pengawasan yang dilakukan oleh para Oknum Inspektur Pembantu (Irban) Inspektorat dalam Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi di Desa Sumbertani terkesan Seremonial dan Cuci mata saja, alias Piknik," Apa saja hasil mereka selama melakukan Binwas dan Monev di Desa Sumbertani, semua terkesan adanya pembiaran yang patut di Duga kuat adanya Ajang saling cari kesempatan dan keuntungan serta menyalah gunakan jabatan dan kewenangan dengan cara melawan Hukum," tandas Ketua umum LAKI. (RIAN)

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA