Ticker

6/recent/ticker-posts

Bangun Gedung Perpustakaan, Asisten III : Pastikan Bermanfaat dan Gambaran Melayu


Dumai, NUANSA POST

Rapat Presentasi pekerjaan Detail Engineering Design (DED) gedung layanan perpustakaan tahun 2021 Dinas Pustaka dan Kearsipan di adakan di Patra Hotel Jln. Sultan Syarif Kasim Jln. Putri Tujuh,  Rabu (09/09/2021).

Di prakarsai Dinas Pustaka dan Kearsipan di bawah Pimpinan Kadis Maini Asna, SKM., MARS., menggandeng Bapeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) di bawah Pimpinan Kaban Drs. Budhi Hasnul, M.Si., dihadiri Walikota Paisal, SKM., MARS., di wakili Asisten III Muhammad Syafie, S.Sos., M.Si.

Rapat di pandu Kadis Maini Asna. "Pembangunan gedung layanan perpustakaan berdasarkan APBD 2021," ujar Kadis.

Kadis Maini terangkan lokasi pustaka akan memanfaatkan Tugu Lancang Kuning Taman Bukit Gelanggang, dengan biaya pembangunan fisik mencapai Rp 10 M, luas lahan 1200 M² dan pembiayaan di ajukan ke Bankeu Provinsi, dianggarkan APBD Provinsi, realisasi DAK kota Dumai, pengerjaan proyek tahun 2022.

Asisten III Muhammad Syafie tekankan perlunya melihat aspek estetika budaya lokal dan pertimbangan teknis.

Pertimbangan teknis meliput kekuatan dan ketahanan jangka panjang bangunan. Estetika mengandung unsur budaya lokal dan tampak bangunan dari semua arah.

"Karena bangunan berada di tengah kota, jadi harus terlihat menarik dari semua arah," pinta Syafie.

Konsultan PT Ryan Syawal di pandu Design Engginer Doddy Anwar, ST., WW., WT., IAI., AA., kemudian paparkan DED lewat media In Focus.

Sesuai DED, bangunan pustaka kelilingi dan bersegi lima ikuti bentuk dasar Tugu Lancang Kuning. Tidak memiliki tampak belakang. Kelima sisi, luar dan dalam di sanding bentuk haluan Kapal Lancang Kuning. Demi memperkuat eksistensi tugu. Haluan kapal sebelah dalam 27 pilar, tugu 4 pilar, pilar dalam 99. Gambaran lahir Kota Dumai, 27-4-1999.

Rapat berlanjut dialog 3 arah. Antara Kadis, Asisten, Kaban dan pihak terkait serta Konsultan.

Berdasarkan suara dari lapangan, Jurnalis NUANSA POST sempat beri masukan.

"Tanpa mengurangi rasa hormat pada budaya lokal (Melayu), ada baiknya pada bangunan di sematkan simbol 18 etnik (suku) yang ada di Dumai," usul NUANSA POST.

Masukan Jurnalis, kemudian di catat Kadis Maini Asna. "Usulan bagus Pak. Kita masukkan dalam usulan," jawab Kadis Maini, di amin kan Asisten dan Kaban.

Tak lupa Jurnalis mengingatkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor Per. 02/Men/1989 Tahun 1989, tentang pengawasan instalasi penyalur petir.

"Bangunan atau tempat memiliki tinggi lebih dari 18 meter harus di pasang penangkal petir".

"Terakhir, ada baiknya pustaka juga berisi koleksi tentang budaya 18 suku yang ada di Dumai," tutup NUANSA POST.

Pihak-pihak terkait yang hadir; Diskominfo diwakili Sekretaris Fauzan dan Kasi Jaringan Ulil Amri, ST., Inspektorat, Dinas PUPR, Dinas Pariwisata serta Komisi I DPRD Dumai.(RHS)

 

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA