Ticker

6/recent/ticker-posts

APH Diduga Enggan Proses Hukum Kades Sumbertani Yang Dermawan Suka Berbagi


Lampung Utara – NUANSA POST

Sifat Dermawan dan kerap berbagi kepada orang lain, meskipun orang tersebut tak disukai serta karena ada maunya, Diduga kuat menjadi penyebab utama dugaan Korupsi Dana Desa (DD) oleh Kusnadi, Kepala Desa Sumbertani Kecamatan Abung pekurun Kabupaten Lampung utara, Nyaris tanpa proses dan selalu lolos dari Jerat Hukum, walaupun dugaan tersebut hampir dapat terbukti Nyata, andaikan saja APH mau serius untuk memperosesnya, atas Dasar Bukti awal Temuan dari Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKI), yang semakin diperkuat oleh Temuan dan pernyataan pihak Inspektorat Kabupaten Lampung utara.

Pasalnya, meskipun telah dilaporkan Oleh Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKI) selama lebih tiga tahun berjalan, Proses hukumnya di Unit Tipikor Polres Lampung utara sepertiya tak mungkin berjalan, lantaran Kepala Desa (Kades) Sumber tani Kusnadi, memiliki Sifat Dermawan dan kerap berbagi kepada orang lain, meskipun orang tersebut tak disukainya, tetapi entah ada apa, semuanya ada dan bisa terjadi.

Begitu jugapun pihak Inspektorat, selaku Satuan Kerja (Satker) terkait, dalam bidang pengawasan dan pembinaan, terkesan kurang Efektif dalam melakukan Monitoring dan Evaluasi, seperti contoh saat Pihak Inspektorat melakukan Pembinaan dan pengawasan (Binwas) realisasi penggunaan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2020, tetapi Monitoring dan Binwas Administrasi serta Cek Fisik kegiatanya dilaksanakan pada hari selasa tanggal 16 Februari tahun 2021 lalu, ini sungguh Ajaib.

Pasalnya, pihak Inspektorat yang melaksanakan Binwas hanya datang seorang diri, yang pada saat itu hanya di wakili oleh Irban 1, Patoni. SE. MM. dengan dalih Tim lainya sedang Binwas dan berada di Desa lainya.


Berdasarkan Fakta tak lazim dan tidak Alotnya proses Hukum, terhadap Kepala Desa Sumber Tani Kusnadi, yang kuat diduga telah melakukan Tindak pidana Korupsi anggaran Dana Desa (DD) sejak tiga tahun berturut-turut, hingga dirinya berhasil meraup keuntungan Pribadi mencapai Ratusan juta rupiah.

Membuat Ketua umum Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKI), Murka dan mengatakan kejengkelanya dengan Kalimat sedikit Bijak menyindir," Saya menduga, tidak seriusnya APH dalam memproses Hukum, terhadap Dugaan Korupsi yang dilakukan oleh Kepala Desa Sumber Tani, Kusnadi," Semuanya terjadi karena Kepala Desa (Kades) Kusnadi, orangnya memiliki Sifat Dermawan dan jiwa Sosial yang sangat tinggi serta Kerap suka berbagi, meski pada orang yang tak disukai serta ada apanya, Pantaslah kalau begitu, dia tetap nyaman hingga saat ini, tanpa Proses Hukum, hingga dirinya terkesan Kebal Hukum," cibir Alian arsil.

Cibirnya lagi," Emangnya Pihak Inspektorat hanya Irban itu saja adanya, masak Monitoring Binwas Kegiatan tahun 2020 dilakukan pada tahun 2021, apa saja kerja dan Fungsi mereka selama ini," Atau juga saya rasa, akibat kedemawanan sang Kades itu, hingga membuat semuanya terkesan Hutang budi dan enggan Memperosesnya," ketus Ketua umum Lembaga Anti Korupsi Indonesia, berseloroh. (RIAN)****

 

 

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA