Ticker

6/recent/ticker-posts

Seribu Ketupat , Pemuda Pemudi Lepin Bersaudara Memperindah dan Membuat Lampu Colok

 


Dumai - NUNSA POST

Lampu colok merupakan sebuah tradisi masyarakat Lepin turun temurun, Lampu colok ini biasanya dipasang serentak di bulan suci  Ramadhan atau sering juga disebut malam 7 likur/Malam 27 Ramadhan jelang hari raya Idul Fitri.(08/05/2021) Tepatnya  di sebelah  Masjid Raudhatul Jannah Jalan Lepin RT.023 Kelurahan Sukajadi Kecamatan Dumai Kota.

Lampu colok memiliki arti tersendiri bagi warga Lepin Dahulunya, lampu colok merupakan sarana penerang jalan bagi warga yang ingin membayar Fitrah tiap malam 27 Ramadhan ke Musholla atau Masjid dan di ramaikan oleh muda mudi yang Khatam Al-Qur'an di Masjid Raudhatul Jannah.

"Dulunya jalan tidak seperti ini, jalan disini masih Sepi dan semak, jadi lampu colok inilah sebagai penerangan jalan di malam Hari " ucap Wiwailis Ketua panitia Lampu colok.

Menurut pria 43 Tahun ini ketika itu tidak berbentuk atau terbuat dari kaleng bekas, Colok terbuat dari bambu atau buluh, namanya waktu itu disebut dengan obor."Sementara itu Sebagian warga yang mampu memasang obor lebih dari 10 Buah di perkarangan rumah masing-masing hingga membuat 27 Ramadan jadi terang"Tambah Wiwailis.

Tentu dukungan terhadap tradisi turun temurun itu harus terus dipertahankan. Lampu colok tidak hanya bernilai budaya yang patut dilestarikan. Tetapi ada nilai-nilai lain, yaitu nilai agamis gotong royong dan kebersamaan.

Pemuda Lepin secara bersama-sama melakukan Gotong Royong dengan membuat lampu colok dan Memasang miniatur Ketupat,seribu Ketupat.Menurut Sopan Hidayat  Wakil Panitia Lampu Colok, "masyarakat Lepin sangat besar dalam Melestarikan Budaya lampu Colok Sambung Sophan, Walau dananya cukup besar namun alhamdulillah berkat adanya bantuan dari Donatur Dan Masyarakat setempat, Acara ini terlaksana juga.

"Di sini kami juga tidak sedikitpun memandang Suku Dan Agama, yang Pasti lampu colok ini kami buat hanya semata untuk meneruskan Tradisi Nenek Moyang Agar tidak tenggelam dengan Perkembangan Jaman"tutup Wiwailis.

Walau saat ini Kita masih dalam kondisi Covid 19 namun pelestarian  Tradisi colok hendaknya tetap terjaga Sampai Anak Cucu,Namun tetap menjaga protokol Kesehatan dengan menyediakan tempat pencucian Tangan dan Menggunakan Masker.(RHS)

 

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA