Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Dugaan Pungli Puluhan Juta Rupiah di RT 12 KM II Bukit Timah

DUMAI, NUANSA POST.

Masyarakat yang memiliki ratusan hektar lahan perkebunan di RT 12 Kilometer 11 Kelurahan Mekar Sari Bukit Timah Kecamatan Dumai Selatan mengeluhkan pungutan liar yang dilakukan oknum berinisial FS, Is, Ns, Ds, Ss, Rs dkk dengan cara memasang portal di jalan yang mereka lalui. Akibatnya usaha yang mereka lakukan seperti memanen buah sawit segar di lahan mereka jadi terhambat karena ketika buah sawit segar akan di keluarkan mesti harus membayar sejumlah uang.

Menurut pengakuan K. Simbolon (43) di antara warga yang mengeluhkan adanya kutipan yang memberatkan tersebut, hal ini sudah di mediasikan oleh pihak Lurah Mekar Sari Kecamatan Dumai Selatan. Portal yang di permasalahkan masyarakat dalam mediasi yang di hadiri LPMK, Babinkamtib, Babinsa, RT 12, Kuasa hukum Ayuya, warga pemilik lahan dan pelaku pembuka portal yang dipermasalahkan telah di buka langsung oleh Aldi Lubis, S.Sos. Kepala Lurah Mekar Sari pada Tanggal 22 Maret 2021 di Aula Kantor Lurah Mekar Sari, cukup jelas bahwa kesimpulan rapat menyebutkan Pak Somat akan menutupi tanahnya yang di lewati oleh warga menuju kebun sawit (red: disebabkan portal yang di duga di buat oleh kelompok pungutan liar berada di lahan miliknya).

Sementara kuasa hukum Ayuya juga meminta Portal yang di dirikan kelompok yang di duga pungli untuk mencabut portal yang ada di lokasinya. Begitu pun permintaan dari Ketua RT 12 dalam kesimpulan menyebutkan tidak ada portal di wilayahnya.

Namun sayangnya mediasi tersebut terkesan tidak di patuhi dan tidak terlaksana di lapangan, hal ini karena pelaku yang di duga mengatasnamakan kelompok Tani Makmur Jaya tetap melaksanakan aksinya (red: K. Simbolon menyebutkan kelompok Tani Jaya sudah puluhan tahun tidak ada lagi karena lahan mereka sudah di jual). Portal yang di kuasai oknum warga tetap menjalankan aksinya. Dimana warga pemilik perkebunan yang akan mengeluarkan buah Sawit segar di haruskan membayar uang yang di persyaratkan.

K. Simbolon warga yang memiliki lahan perkebunan merasa keberatan dengan adanya portal dengan mengharuskan dirinya memenuhi persyaratan membayar uang persyaratan yang jumlahnya mencapai puluhan juta rupiah. Beberapa kali kata K. Simbolon pihaknya harus bersitegang dengan pelaku Is mandor cs yang melarang pihaknya mengeluarkan buah sawit ketika akan keluar dari akses satu satunya jalan tersebut.

Bahkan Babinkamtibmas Polsek Bukit Timah sebagaimana di tuturkan K. Simbolon pernah bersamanya ketika oknum yang mengoperasikan portal menghambat mobil angkutan buah Sawit segarnya. Puluhan warga pemilik lahan perkebunan yang memiliki ratusan lahan perkebunan sebagaimana di sebut K. Simbolon merasa keberatan dengan adanya kutipan terkesan pungli tersebut.

“Saya melawan karena lahan perkebunan saya miliki sudah turun menurun dan dua puluh tahun kami rawat. Sebelumnya tidak pernah ada kutipan yang memberatkan kami. Usaha Sawit saya rugi karena Sawit membusuk setiap kali mau keluar di halangi pelaku hampir dengan cara pemaksaan,” kata K. Simbolon.

Apalagi ada semacam ancaman dari pelaku jika mobil pengangkut Sawit tidak di benarkan keluar jika tidak membayar ketentuan yang mereka buat. Bahkan kapal pompong pengangkut sawit dari sisi sungai tidak mereka benarkan keluar. Sampai saat ini pungutan terkesan liar seperti aksi premanisme.

Dirinya sudah melaporkan masalah ini kepada pihak terkait di pemerintah setempat hingga kepolisian.  “Saya berharap pelaku yang melakukan pungutan segera di panggil dan diperiksa. Kami sudah merasa sangat terganggu dan usaha yang kami lakukan terhambat,” kata K. Simbolon kepada tim media pada Senin 24 Mei 2021. Tim media masih melakukan konfirmasi terkait kepada para pihak hingga rampungnya masalah ini (Tim Media).

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA