Ticker

6/recent/ticker-posts

Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau Kabupaten Cilacap Sebesar Rp 9 Milyar Lebih Tahun 2015--2017 Dipertanyakan

 


Cilacap NUANSA POST

Mendasari Permenkeu RI Nomor 135/PMK.07/2015 tentang rincian dana bagi hasil cukai tembakau menurut Prop/ Kab/ Kota. Pemkab Cilacap telah mendapat pengalokasian Transfer Dana Kementrian Keuangan sebesar untuk Tahun 2015 Rp. 5.711.378.000,- umtuk Tahun 2016 senanyak Rp 5.757.123.000,- untuk Tahun 2017 sebanyak Rp 6.206.611.000,- jadi jumlah keseluruhan Rp 17.675.112.000,- .

            Dinas Pengelola Keuangan Aset Daerah Kabupaten Cilacap ,y ang mana dana tersebut sesuai  Permen Keu No. 28/PMK.07/2016 tentang penggunaan dana bagi hasil cukai tembakau pada bab II pasal 2 digunakan :

          a.  50% untuk peningkatan bahan baku,pembinaan industri, lingkungan sosial, sosialisasi bidang cukai.

          b.  50% untuk mendanai program/ kegiatansesuai dengan kebutuhan/ prioritas daerah. Namun demikian pada tatatan implementasi dilapangan ditemukan adanya dugaan kerugian Negara, mengingat dengan dana transfer yang cukup besar tersebut hanya digunakan untuk :

       1.  Tahun 2016/2017 digunakan untuk pembanhunan gedung paru patu center senilai 3 milyard (thn 2016) 1 milyard  ( thn2017) tidak dilengkapi dengan sarana pendukung/peralatan, adapun halaman gedung menggunakan paving blok yang didanai APBD Kabupaten Cilacap.


      2.   Tahun 2017 digunakan untuk pembangunan gedung perawatan  Jantung coroner senilai 4 milyard akan tetapi dibiayai bersama dengan dana APBD Kabupaten Cilacap. Pelaksana kegiatan Dinas Kebersihan Cipta Karya/ Tata Ruang  (DKCTR) Kabupaten Cilacap.

        3.   Sosialisasi bahaya nekotin/ tembakau Rp240.000.000,-  pelaksana kegiatan Dinas Perindustrian Perdagangan (DISPERIDAGKOP) Kabupaten Cilacap.

        4.   Pembelian mobil operasional cukai tembakau merk  Avansa seharga Rp 160.000.000,- pelaksana kegiatan  Bagian Petekonomian Setda Cilacap.

                Padahal,dipenghujung tahun, tepatnya bulan Desember 2017, dana bagi hasil cukai tembakau mulai dari Tahun 2015 sampai Tahun 2017 sudah dicairkan semua, dan tidak ada  uang lagi di Kas Daerah. Bahkan anggaran untuk Penataan Halaman Paru Center yang jumlahnya hanya seratus juta lebih,  mengapa biayanya menggunakan APBD Tahun Anggaran 2017 .?????? Kan itu lucu ?????

            Dengan demikian menurut hasil hitungan  ,  antara penerimaan dana bagi hasil cukai  tembakau yang telah diterima  oleh Pemkab Cilacap  selama 3 Tahun,sebanyak Rp 17.675.112.000,-  sedangkan pengeluaran Dana tersebut.  sebanyak Rp 8.400. 000. 000. Jadi patut  diduga bahwa Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau mengalami kelebihan atau Surplus sebanyak Rp 9. 275.112.000,-   dan perlu dipertanyakan  keberadaan Uang Bagi Hasil Cukai Tembakau    ( UBHCT )  tersebut ????????.(TIM)***

 


Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA