Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Heran..!? Oknum Anggota Polres Rohil Buka Gudang Kayu Illegal Samping Rumah


Dumai — NUANSA POST

Seorang oknum polisi berdinas di Polres Rohil-Riau, berdasarkan bukti yang akurat dan kesaksian RT setempat , diduga membuka gudang kayu illegal.

Investigasi jurnalis NUANSA POST dan awak media lain, di Jln. Meranti Darat Gg. Cempaka Putih Kel. Ratu Sima Kec. Dumai Selatan Kota Dumai, ditemukan fakta oknum polisi berdinas di Polres Rohil-Riau, inisial "J" melakukan penimbunan/menampung kayu diduga illegal, untuk di jual.

"Benar Bang, Pak "J" buka gudang kayu untuk di jual ke masyarakat sekitar. Gudang berada pas di samping rumah nya," ungkap RT. 02 Suroto, membenarkan.

Suroto, merupakan pengurus RT. 02, di mana "J" bertempat tinggal."Dan Pak "J" juga anggota kepolisian, berdinas di Polres Rohil-Riau," tambah Suroto, dihadapan para jurnalis dan satu orang warga masyarakat lainnya, Jumat sore (12/03/2021), di warung jualan miliknya.

Ketika NUANSA POST mencoba mengklarifikasi kebenaran informasi, dengan melakukan cross check kepada "J", di telepon 08127569xxx, "J" membenarkan bahwa gudang kayu tepat di samping rumah pribadi nya tersebut adalah miliknya.

"Tapi bukan tuk di perjual-belikan Bang. Rencana saya mau bangun rumah," dalih Junaidi.


LSM Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia, lewat Ketua Investigasi Provinsi Riau nya, Ir. Toga Tampubolon, menanggapi  "Jika sudah memiliki temuan, namun keterangan pemilik gudang dan keterangan orang lain berbeda, laporkan saja ke Propam Polres atau Polda. Biar penyidik yang meng cross check keterangan kedua mereka. Kita minta ketegasan pihak Polres Rohil-Riau," tegas Ir. Toga Tampubolon geram, ketika di mintai tanggapan.

Ir. Toga Tampubolon menambahkan dasar hukum perlunya diambil tindakan hukum atas fakta diatas."Menurut UU No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, Pasal 14, Pasal 15, Pasal 16 Jo. Pasal 88 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, dan/atau ayat (2) bagi pelaku perseorangan diancam pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun serta pidana denda paling sedikit Rp500 juta dan paling banyak Rp2,5 Miliar," urai pria berkumis tebal ini.(R H)***

 

 

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA