Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Gawat!!! , Direktur BUMD Kota Dumai Berinisial NA Diduga Ancam Pembunuhan Terhadap Anggotanya Ramzi Humas BUMD PT. PDB


Dumai - NUANSA POST

Ternyata masih ada pimpinan suatu perusahaan daerah yang sanggup melakukan rencana jahat dan pengancaman terhadap bawahannya dengan berpesan kepada seseorang untuk menghabisi bawahan nya.Pesan untuk melakukan pembunuhan terhadap bawahannya tersebut di alami Ramzi, yang saat ini menjabat sebagai humas BUMD PT. Pelabuhan Dumai Berseri. 

Berawal dari informasi di dapat Ramzi (Humas BUMD PT. Pelabuhan Dumai Berseri) dari SM, sekitar pukul 07:00 WIB Selasa 02 Maret 2021 di areal operasional kerja Terminal Pelabuhan Domestik Bandar Sri Junjungan Dumai. SM mengatakan, bahwa dirinya di suruh oleh NA Direktur BUMD PT. Pelabuhan Dumai Berseri untuk melakukan pembunuhan kepada Ramzi.

Merasa kaget dengan apa yg di utarakan oleh SM, pukul 07:13 WIB Ramzi melakukan poto bersama dan langsung mengirimkan poto tersebut kepada NA melalui chatt Whatsapp (WA).

Kemudian Ramzi mengajak SM duduk di kantin yg berada di areal Terminal Pelabuhan Domestik Bandar Sri Junjungan untuk mengetahui lebih jauh apa saja yang di sampaikan NA kepada SM.

Pada pukul 10:51 WIB, setelah Ramzi mendengar semua kata yg di sampaikan SM maka Ramzi mencoba menghubungi NA melalui WA untuk meminta penjelasan apakah benar NA mengatakan hal demikian kepada SM untuk melakukan apa saja terhadapnya.

Dengan durasi bicara 0:33 detik, panggilan telepon nya dijawab oleh NA.Dalam pembicaraan tersebut, Ramzi berkata kepada NA, bahwa ia ingin bicara empat mata dengan Direktur NA.Lalu di jawab NA bahwa dirinya sedang ada pelatihan zoom dan langsung mematikan handphone.Ramzi kembali coba menghubungi NA pada pukul 10:52 WIB namun tidak di angkat.

Kemudian Ramzi langsung menuju perkantoran BUMD PT Pelabuhan Dumai Berseri yg terletak di Jalan Soekarno-Hatta Kelurahan Bukit Batrem Nomor 08 Kecamatan Dumai Timur. Pada pukul 11:05 WIB, Ramzi sudah berada di lantai dasar kantor BUMD PT. Pelabuhan Dumai Berseri dan menanyakan pada staff kantor di mana posisi NA karena Ramzi ingin bicara dengan NA.

Setelah di terangkan oleh staff Fitriana Husin dan Kabid Ikip, bahwa NA ada di lantai atas sedang pelatihan zoom, dan jika ada pesan maka dapat di sampaikan kepadanya.

Kemudian Ramzi, yang juga  pemilik media online serta memiliki banyak rekan-rekan wartawan, menghubungi rekan-rekan media agar permasalahan ini dapat di dengar atau di ketahui wartawan untuk mengklarifikasi persoalan.

Tak berapa lama Kabid HRD Fitriana Husin dan Asisten Manajer Ikip, menjelaskan kepada Ramzi bahwa NA tidak berada di lantai II, dan kalau ada pesan yang mau di sampaikan nanti akan di sampaikan kembali kepada NA.

Ramzi menjawab bahwa dirinya ingin bertemu NA, karena menginginkan penjelasan langsung apakah benar NA berpesan kepada seseorang (SM) untuk menemuinya dan melakukan pembunuhan kepada Ramzi.

Kemudian Ramzi juga berpesan kepada Fitriana Husin, agar permasalahan gaji ia dan karyawan lainnya yang belum di bayarkan dapat di carikan solusi.

Ramzi bermaksud agar persoalan gaji tersebut dapat di sampaikan langsung oleh NA di hadapan wartawan yang ingin menginginkan kejelasan.

Ramzi kembali mencoba menghubungi NA pada pukul 11:35 WIB dan pukul 11:36 WIB untuk memastikan penjelasan NA.

Karena tidak di jawab, Ramzi dan para wartawan yang berdatangan  berpisah dan sebagaian menuju rumah kediaman SM untuk memastikan lagi apakah benar SM di pesan oleh NA untuk mencari Ramzi dan melakukan pembunuhan terhadap Ramzi.                

Pada sekira pukul 11:45 WIB Ramzi dan 6 orang wartawan berhasil menemui SM dan di depan para wartawan SM kembali mengulang apa yg telah di sampaikannya kepada Ramzi.

Bahkan SM menunjukkan hp nya yang sempat di hubungi NA, waktu mereka melakukan percakapan tersebut.

Kemudian di depan Ramzi dan rekan pers, SM menghubungi NA dan kembali mengatakan bahwa apa yang NA suruh (melakukan pembunuhan) terhadap Ramzi, adalah pekerjaan yang haram dilakukan SM.

Apalagi menurut SM bahwa NA mempunyai sifat obral janji dan sering berbohong

Apa yang dikatakan SM dalam percakapan nya dengan NA didengar oleh Ramzi dan para awak media.

Dalam percakapan, muncul bahasa dari mulut NA dengan mengatakan sudah di transfer...NA juga mengatakan di awal ucapannya, ingin bertemu dengan SM.

Namun di tengah pembicaraan, NA mengatakan tidak punya uang. Merasa kesal di bohongi maka SM langsung mematikan handphone nya.

Di saat bersamaan, ternyata ada masuk panggilan dari orang dekat NA ke hp SM, ketika di tanya SM, awalnya mengatakan salah tekan nomor. Tapi, ujung nya orang dekat NA tersebut mengatakan ingin menemui SM.

Menurut Ramzi untuk penyelesaian masalah yang di hadapinya maka dia akan melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian.

Karena itu merupakan ancaman kepadanya dan merupakan perbuatan yang tidak menyenangkan terhadap dirinya.

Ramzi juga menyebutkan bahwa NA selaku Direktur dalam dua pekan terakhir diduga seperti sengaja mencari kesalahannya dengan memberikan Surat Peringatan (SP) I.

Kemudian Ramzi juga menduga ada manipulasi dan penciptaan managemen konflik terhadap dirinya dan beberapa karyawan/i BUMD PT. Pelabuhan Dumai berseri.

Karena Direktur membuat pengumuman pada Kamis tanggal 25 Februari 2021 bahwa gaji karyawan belum dapat di bayar dengan alasan masih ada tagihan mitra kerja yg belum di terima.

Anehnya pada hari Jumat tanggal 26 Februari 2021, Direktur memberikan gaji kepada beberapa karyawan/i, sementara beberapa karyawan/i lainnya sampai saat ini belum di bayar gajinya. Ramzi berharap persoalan ini dapat di selesaikan sesuai proses dan ketentuan hukum yg berlaku.

Sebagai putra daerah Dumai dirinya pun tidak mau NA sebagai pendatang baru di Kota Dumai mengadu domba putra setempat dengan pesan tertentu. (RAHMAT HIDAYAT)

 

 

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA