Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Polri Bongkar Jaringan Narkoba Internasional di Wilkum Polda Riau


Pekanbaru,NUANSA POST

Aparat kepolisian di Riau ikut membongkar jaringan narkoba internasional dengan mengamankan 258 kilogram sabu di halaman salah satu rumah sakit swasta di Pekanbaru. Atas upaya itu, Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setia Imam Efendi menyebutkan, penangkapan pihaknya hanya membackup Polrestro Depok, pengembangan jaringan baru peredaran narkoba yang melintasi China-Malaysia-Indonesia.

Dikatakan penangkapan ratusan barang haram tersebut dilakukan setelah aparat kepolisian di Riau mengembangkan informasi yang diperoleh. Pada penangkapan itu, tiga pelaku yakni JN, ZK dan ES ditangkap, setelah sebelumnya Polrestro Depok juga meringkus satu pelaku yang terkait.

''Sabu 258 kilogram itu disimpan pelaku dalam mobil yang diparkirkan di salah satu rumah sakit swasta di Pekanbaru, Selasa tanggal 9 Februari 2021 lalu. Mereka tertangkap saat hendak melakukan bongkar muat ke mobil yang lain,'' kata Kapolda Riau, Kamis (11/2/2021).

Terungkapnya 258 kilogram sabu itu, kata Kapolda, berawal dari pengungkapan jaringan narkoba oleh Polrestro Depok. Kemudian, dari pengembangan didapat informasi, dari beberapa orang yang tertangkap mengaku menggunakan Pekanbaru sebagai jalur membawa narkoba ke Jakarta.Jaringan besar ini membawa sabu dari Cina dengan menjadikan Aceh jalur masuk dari luar Indonesia. Kemudian 258 kilogram ini, rencananya akan dibawa ke Jakarta.

Dengan kerjasama antara Polda Riau dan Polrestro Depok ini, Kapolda menegaskan, ini bentuk komitmen pihaknya dan jajaran akan terus menumpas habis peredaran narkotika hingga ke jaringan terbesar.

Sementara itu Kapolres Metro Depok Kombes Pol Imran Edwin Siregar menambahkan, kurir yang menyelundupkan sabu seberat 258 kilogram melakukan bongkar muat paket sabu di parkiran sebuah rumah sakit di Jalan Sudirman, Pekanbaru, dengan menyamar sebagai keluarga pasien.

Ketika membawa koper tidak ada yang mencurigai mereka lantaran mereka menyamar seolah sebagai keluarga pasien. “Mereka memang memanfaatkan situasi. Modusnya menyamar seperti keluarga pasien di rumah sakit,” ujar Kapolres Metro Depok Kombes Pol Imran Edwin Siregar, Kamis (11/2/2021), di Depok.

Modus ini berbeda dengan penangkapan sebelumnya di kamar hotel. Karena sabu yang dibawa pelaku banyak, jadi mereka memanfaatkan lahan parkir rumah sakit.

“Apalagi saat ini pandemi, mereka mengelabui polisi di rumah sakit. Seolah-olah di rumah sakit ramai orang karena untuk mengurus kesehatan. Mereka mengelabui dengan bertransaksi di rumah sakit,” katanya.

Jaringan ini berpindah-pindah dalam melakukan bongkar muat narkoba. “Mereka berpindah-pindah, dari pengungkapan sebelumnya di hotel. Nah, mungkin di hotel barang sebanyak itu akan dicurigai. Masak penghuni hotel satu tapi barangnya banyak sekali. Dan itu juga kan tidak hanya koper, ada karung-karung, jadi pertanyaan sekuriti kalau dia ke hotel bawa karung. Artinya memanfaatkan situasi pandemi ini untuk mengelabui polisi,” ujar Imran.

Diketahui, Satuan Narkoba Polrestro Depok di bawah pimpinan AKBP Aldo Ferdian mengungkap penyelundupan sabu seberat 258 kilogram di Pekanbaru, Riau. Ini adalah hasil pengembangan dari penangkapan sebelumnya seberat 44 kilogram di Padang. Total tersangka dari dua kasus ini sebanyak empat orang. Mereka dijerat pasal 114 ayat 2 atau Pasal 112 ayat 2 UU No 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati.

Untuk diketahui, dari press rilis yang digelar oleh Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Metro Depok, terhadap jaringan internasional di sejumlah kota. Jaringan sabu 258 kg ini disebutkan menggunakan jalur China-Malaysia-Indonesia. Dalam menjalankan operasinya mereka membangun jaringan distribusi di sejumlah kota di Indonesia. (AMIRUDIN/HUMAS)

 

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA