Ticker

6/recent/ticker-posts

Bea Cukai Dumai Berhasil Gagalkan Penyelundupan Limbah Kesehatan dan Obat-Obatan


Dumai - NUANSA POST

Bea Cukai Dumai menggagalkan penyeludupan limbah alat kesehatan dari Malaysia yang akan dimasukkan ke Indonesia melalui Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Jumat (15/1). Petugas BC Dumai mengamankan empat truk berisi sarung tangan latex bekas dan obat-obatan. Selain itu, tujuh orang pengangkut juga turut diamankan.

Kepala Kantor Bea Cukai Dumai Fuad Fauzi melalui Kasi PLI Gatot Kuncoro mengatakan pihaknya juga berhasil menegah obat-obatan berbagai jenis tanpa ketentuan kepabeanan. Menurutnya, penindakan ini dilakukan di daerah Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Bangko Pusako, Kababupaten Rokan Hilir."Diduga barang ini merupakan barang impor yang tidak mengindahkan ketentuan kepabeanan," katanya, Senin (18/1)

Awalnya, petugas mendapat informasi dugaan kapal yang melakukan aktivitas pembongkaran barang impor di sekitar Rokan Hilir, Kamis (14/1) lalu. Petugas menindaklanjuti informasi awal itu dengan menuju lokasi pembongkaran sekitar pukul 21.00. Sekitar 15 menit kemudian, atau pukul 21.45, petugas menemukan dua truk. Petugas membuntuti truk tersebut. Koordinasi dilakukan sepanjang pembuntutan truk yang dicurigai tersebut.

Tidak lama kemudian, atau sekitar pukul 1.30, Jumat (15/1), truk berhenti. Sopirnya pun beristirahat. Tidak lama kemudian, bergabung dengan dua truk lain di sekitar Jalan Lintas Sumatera. Setengah jam kemudian, atau sekitar pukul 2.00, Bea Cukai bekerja sama dengan Polisi Militer TNI Angkatan Laut Dumai memeriksa truk tersebut. Singkat cerita, petugas mengamankan empat truk dan muatannya. Truk itu diduga memuat obat-obatan ilegal, serta limbah alat kesehatan yakni sarung tanan bekas impor.

Barang dan tujuh orang yang diamankan dibawa ke kantor Bea Cukai Dumai untuk pemeriksaan lebih lanjut. Menurut dia, dua truk bermuatan 201 karton obat-obatan telah diserahterimakan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru, Riau, untuk tindakan lebih lanjut. Dua truk bermuatan 550 karung limbah sarung tangan latex masih dalam proses penelitian. "Kami berkoordinasi dengan Tim Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau," ungkapnya.(RAHMAT)****

 

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA