Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Masyarakat Sumber Rejo Kecewa Pelayanan Puskesmas Margo Dadi Tidak Maksimal

 


Tubaba: NUANSA POST

Lambannya pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Margo Dadi, membuat masyarakat Tiyuh Sumber Rejo, Kecamatan Tumijajar Krisis Kepercayaan, pasalnya masyarakat yang terserang Demam Berdarah Dengue (DBD) lebih memilih berobat pada Klinik ataupun rumah sakit swasta, terbukti pihak puskesmas tidak mengetahui kalau sudah 11 orang pasien  DBD.

" Ya masyarakat sudah tidak percaya (krisis - red)kepada Puskesmas Margo Dadi, mereka lebih memilih berobat ke klinik dan rumah sakit swasta, karena secara pelayanan lebih maksimal, agak aneh kalau pihak puskesmas tidak mengetahui kalau sudah ada 11 orang warga kami terserang DBD, "Ujar Sulis Yono Tokoh Masyarakat Tiyuh Sumber Rejo. Selasa (4/11/20).

Sementara itu ketika di hubungi via telpon seluler Ketua Pemuda setempat Lukman Hakim mengaku Kalau pihak Puskesmas Margo Dadi Lamban dalam menyikapi persoalan yang sifat darurat (Urgent), untuk itu sebagai ketua pemuda yang mewakili dari masyarakat berharap agar pihak puskesmas cepat tanggap ketika hal hal sifatnya darurat dalam memberikan pelayanan prima dan saya menghimbau kepada masyarakat selalu membudayakan 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur).

"Harapan kami kepada Dinas Kesehatan Tubaba melalu Puskesmas Margo Dadi, agar dapat memberikan pelayanan prima, kalau bisa setiap bulan bila perlu setiap minggu selalu mengkroscek ke setiap tiyuh yang menjadi wilayah kerjanya, jangan sampai masyarakat kecewa dengan pelayanan, tidak mungkin kalau bilang tidak ada anggaran, seharusnya bila situasinya urgent maka cepat tanggap, jangan lamban,"tuturnya.

Di tempat terpisah Kepala Puskesmas Margo Dadi Sri  Marleni didampingi Rita bagian Tata usaha mengatakan Kalau pihak puskesmas sudah berupaya memberikan pelayanan terbaik, menurut mereka setiap bulan sudah turun untuk mengkroscek ke Tiyuh Sumber Rejo bahkan sudah melakukan fogging sesuai dengan permintaan masyarakat, terkait anggaran fogging memang tidak ada.

"Tadi saya sudah ke lokasi masyarakat yang terserang DBD di Tiyuh Sumber Rejo, kita sudah melakukan Fogging mulai dari suku 1 hingga suku 4, kalau soal anggaran fogging memang tidak ada,"terang Rita TU seakan dia yang Kepala Puskesmasnya.

Ia menambahkan Seharusnya Kepala Tiyuh berkoordinasi dengan kami bukan ke pihak media, pihak puskesmas tidak mengetahui kalau masyarakatnya sudah 11 orang kena DBD soalnya tidak ada laporan ke puskesmas.

" Ya pak harusnya kepala tiyuh berkoordinasi sama kami, bukan seperti ini, mereka saja tidak pernah memberikan laporan atau hasil lab ke kami, kami tau 11 orang masyarakat terserang DBD dari berita,"paparnya.

Hasil pantauan Tim awak media di lapangan Kalau pihak puskesmas tidak mau memberikan Data Pengunjung/pasien yang ingin berobat Ke puskesmas  selama 3 bulan terakhir mulai Agustus hingga Oktober, karena menurutnya Data tersebut Rahasia dan tidak boleh di berikan.(RBT)

 

 

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA