Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

IBF Membawa Tubaba Go Internasional, Wagub Lampung Puji Bupati Umar Ahmad,SP


Tubaba, NUANSA POST

Sebuah Apresiasi yang sangat luar biasa Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) telah sukses menggelar Sebuah event berskala internasional bertemakqn  International Bamboo Festival (TIBF), dipusatkan di Uluan Ughik, Tubaba, 6 – 8 November 2020 yang lalu.

Ketua Panitia TIBF, Salim Try, menjelaskan bahwa TIBF merupakan gelaran yang menjadikan bambu sebagai pokok bahasan (subject matter). Di dalamnya didistribusikan pengetahuan bambu dengan spektrum yang luas: arsitektur, seni kriya, seni pertunjukan, kuliner, dan pengetahuan tradisional. Festival ini memiliki sejumlah agenda, yaitu: penerbitan buku, pameran, workshop, seni pertunjukan, penanaman pohon bambu, dan permainan rakyat. Diselenggarakan oleh Sekolah Seni Tubaba dengan dukungan dari Kemendikbud, dan Pemda Tubaba. Festival ini dikuratori oleh Gede Kresna.


Buku yang akan diterbitkan berjudul “Menjaga Bambu Nusantara dari Tubaba”, ditulis oleh 10 pegiat bambu dari berbagai latar belakang: akademisi, arsitek, pelaku industri bambu, pegiat kriya, dan seniman pertunjukan.  Sepuluh penulis buku adalah: Prof. Elizabeth Wijaya (akademisi), Muqodas Syuhada (arsitek), Undagi Jatnika Nagamiharja (praktisi), Eko Prawoto (arsitek), Singgih Susilo Kartono (praktisi), Gede Kresna (arsitek),  Lawe Samagaha (seni pertunjukan), Studio Dapur (kriya) dan Putra Dharmalko Tumangke Maxy ( arsitek). Penerbitan buku tersebut diharapkan bisa berkontribusi bagi literasi bambu di Indonesia. Launching buku akan ditayangkan secara daring.


Produk-produk kriya bambu tradisional yang hidup di dalam kebudayaan sungai di kampung-kampung tua di Tubaba menjadi bagian penting dalam festival ini. Bubu-bubu bambu yang merupakan teknologi tradisional tersebut telah menjadi ekosistem bambu yang membantu modus ekonomi warga, dengan teknologi tradisional tersebut pula pencarian ikan di sungai tidak semata kegiatan ekstraktif biasa. Pada kesempatan kali ini Bubu diperlakukan sebagai karya instalasi utama festival. Pengetahuan warga kampung-kampung tua akan didistribusikan secara luas pada bagian acara workshop “Membuat Bubu”. Workshop kriya tradisional tersebut dilengkapi dengan workshop “Membuat Keranjang Botol” oleh Rumah Intaran. Sementara Pengalaman Rasa akan menggelar workshop “Kuliner Bambu”.


Arsitek Effan Adhiwira akan berbagi workshop membuat instalasi bambu dan arsitek Eko Prawoto akan merespon bubu-bubu berukuran besar sebagai karya instalasinya. Workshop lain yang juga sangat penting adalah workshop membuat instrumen musik Q-thik oleh Lawe Samagaha. Instrumen musik Q-thik merupakan instrumen musik “tradisonal baru” yang telah menjadi bagian penting dalam program kebudayaan Tubaba. Sedangkan Indonesia Bamboo Comunity (IBC), sebuah lembaga yang dikenal inisiator membuat instumen-instrumen musik modern berbahan bambu akan menggelar workshop pembuatan gitar bambu.

Sejumlah partisipan luar negeri akan terlibat dalam pameran dengan tajuk “Parametric in Bamboo” merupakan karya-karya sketsa instalasi bambu hasil respon dari bubu-bubu Tubaba. Mereka di antaranya adalah: Carlos Banon (Singapura), Christian Salandanan (Philippina), Lucas Loo (Malaysia), Osamu Sekigushi (Jepang), Prof Touki Shiga (Jepang), Irina Biletska (Brazil) dan Indra Santosa (Swiss). Selain pameran, partisipan luar negeri akan berbagi konsep kekaryaan bambu mereka melalui perkuliahan (lecture) yang telah direkam secara khusus. Rekaman video ditayangkan sepanjang festival.


Pameran kriya bambu melibatkan sejumlah lembaga: Rumah Intaran, Studio Dapur, Indonesia Bamboo Comunity, Sepedagi dan Akademi Bambu Nusantara. Juga memamerkan sejumlah kerajinan tradisonal dari seluruh Sumatra dan bubu dari kampung-kampung tua di Tubaba.

Salim Try juga menjelaskan bahwa festival ini setiap hari akan menampilkan seni pertunjukan, pada malam penutupan kelompok musik Senyawa, sebuah kelompok musik eksperimental dari Yogyakarta, yang dikenal dengan penggunaan instrumen bambu akan menjadi penutup seluruh rangkaian acara. Kelompok lain adalah Pringlaras (Pringsewu), Orkes Ba’da Isya (Bandarlampung), Ijotafara (Tubaba), Voice of Culture (Tubaba), Sanggar Pakem Anak Rawa (Tubaba), Sanggar Buntara Budaya (Tubaba), Q-Plus (Tubaba), Gadis Senja (Tubaba) dan Pertunjukan Sirkus Api oleh Vian dan Anastasya (Tubaba-Makassar).


Kegiatan ini menerapkan protokol kesehatan. Pada acara pembukaan dan penutupan panitia hanya mengundang tamu sejumlah 50% dari kapasitas ampi teater Ulluan Nughik. Panitia menyiapkan 1000 masker, hand sanithiser dan alat pendeteksi suhu yang memadai. 

Mata acara terpilih disiarkan secara daring melalui kanal-kanal berikut: 1) Youtube: sekolahsenitubaba atau tubababamboointernationalfestival dan 2) Instagram: sekolahsenitubaba dan tubaba_ibf2020. Link webinar melalui zoom meeting akan diberitahukan lebih lanjut.  Pertama kalinya, Kabupaten Tulangan Bawang Barat menggelar Festival Bamboo bertaraf Internasional di Tahun 2020. Sebuah festival yang menghadirkan beragam kreasi bambu hasil karya Masyarakat Kabupaten Tulang Bawang Barat yang digelar selama tiga hari, dari jum'at hingga minggu (06-08 Oktober 2020).

Berbagai karya artistik Masyarakat Kabupaten Tulang Bawang Barat dengan olahan bambu dengan cita rasa seni dan kreativitas yang tinggi tersaji dalam festival tersebut.

Internasional Bambo Festifal (IBF) Kabupaten Tulang Bawang Barat tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Lampung (nama) ditandai dengan memukul Gong di Lokasi Kota Budaya Uluan Nughik Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Pada sambutannya Nunik mengapresiasi Bupati Tulang Bawang Barat atas ide dan gagasannya di Kabupaten Tulang Bawang Barat, "saya sangat menggemari Pak Umar atas kegigihannya dalam membangun Kabupatennya, Ide ide, cara dia bekerja, menurut sy IBF ini bermaksud untuk mengajarkan kita semua untuk slalu melestarikan bambo dari jaman dahulu hingga jaman modern saat ini.

Selanjutnya Bupati Tulang Bawang Barat dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan festival ini merupakan sebagai simbol kecintaan masyarakat Kabupaten Tulang Bawang Barat kepada alam, kegiatan festival ini meneguhkan kembali bahwa keinginan Kabupaten Tulang Bawang Barat untuk pulang ke masa depan. Yaitu sebuah masa yang di mana manusia memiliki tidak hanya sekedar mengakui dirinya sebagai mahluk yang tingal di bumi ini, akan tetapi manusia lebih menyadari bahwa kita semua adalah menjadi bagian dari seluruh proses alam semesta dan bagaimana masyarakat bisa bisa menjaga kelestarian lingkungan alam dan meningkatkan kualitas kehidupan.

Dan di akhir sambutannya Bupati Tulang Bawang Barat mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wakil Gubernur Lampung yang sempat menghadiri sekaligus membuka acara Festival Bambu Internasional.


Pada Field Trip yang dilaksanakan sebagai salah satu rangkaian dalam Tubaba International Bamboo Festival (TIBF), Bupati Kabupaten Tulang Bawang Barat Umar Ahmad, SP bersama para, tamu undangan, pemateri mengikuti kegiatan susur sungai di Tiyuh Gunung Katun, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Sabtu (07/11/2020) pagi.

Bupati Tulang Bawang Barat Umar Ahmad SP, membawa para tamu dari luar ini ditujukan untuk memperkenalkan potensi wisata salah satunya diwilayah Tiyuh Gunung Katun yang juga kaya dengan berbagai hasil alam, kerajinan,  potensi seni tradisional dan Kreatif.

Dalam kesempatan itu juga Bupati Tulang Bawang Barat Umar Ahmad, SP mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu undangan yang mengikuti acara tersebut. Menurutnya saat ini Kabupaten Tulang Bawang Barat menempatkan sektor Pariwisata dan Kebudayaan sebagai penggerak pembangunan ekonomi. Sehubungan dengan hal tersebut, Kabupaten Tulang Bawang Barat melaksanakan berbagai upaya untuk memperkenalkan kepada dunia berbagai potensi pariwisata berbasis ekologi budaya yang mengakomodir nilai budaya leluhur dari berbagai suku di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan berbagai event kepariwisataan dan kebudayaan.Dalam kegiatan Featival Bambu yang bertaraf Internasional Tahun 2020 di Tubaba ketika Pak Bupati dengan energi mudanya begitu progresif melaksanakan semua kegiatan-kegiatan siang dan malam di tempat ini Pak wakil berperan sebagai penyeimbang yang sangat memukau tepuk tangan buat wakil dan tidak ketinggalan juga para SKPD Pak Dandim Pak Kapolres dan semua jajaran pemerintahan Tulang Bawang Barat yang memerankan diri sebagai Senopati Senopati yang siap untuk melaksanakan apa saja perintah yang diperankan oleh panglima juga panitia yang secara sangat progresif dan ini akan menjadi pahala kekuatan yang tidak terhitung untuk suksesnya penyelenggaraan festival ini


- Yang terakhir yang saya rasakan langsung juga tidak ketinggalan untuk masyarakat Tulang Bawang Barat yang dalam diam dan sunyinya tidak berhenti-henti mengirimkan doa untuk terselenggaranya dan kesuksesan acara ini tepuk tangan untuk masyarakat Tubaba dari awal dari pembukaan sampai di penghujung acara Festival Bambu ini saya sudah dibuat terpukau sebenarnya pembukaannya ini begitu fenomenal pertunjukannya sangat keren lagi lagi jauh dari pengharapan yang saya bayangkan sebelumnya terima kasih untuk semuanya  kawan-kawan ini investasi besar buat Tulang Bawang Barat

- Kita semua sedang belajar saya pun sedang belajar kita semua sedang ditempa tapi sakitnya tempaan ini akan kita rasakan nanti tidak saat ini tapi nanti di masa depan masa dimana kita akan bertemu dengan tubaba karena tubaba tidak ada di hari ini yang ada tubaba ada di masa yang akan datang ada di masa depan sebagai sebuah festival saya tanpa keraguan sedikitpun untuk mengatakan bahwa tubaba internasional bambu festival ini adalah festival bambu terbaik yang pernah ada di Indonesia ada 25 partisipan dan 17 pembicara internasional yang ikut terlibat dalam acara ini itu banyak sekali dan antusiasme mereka sangat bagus mereka mengirimkan pesan pesan kepada kita kepada panitia supaya acara-acara ini terus diselenggarakan satu hal mereka bahkan tidak tahu tubaba itu dimana dan ketika dicari peta tidak ada sebuah tempat antah berantah yang tidak ada di peta tapi bisa menyelenggarakan sebuah festival bambu terbaik di Indonesia


-  Saya berkali-kali mengikuti festival bambu dalam skala internasional ini pengakuan dari Evan bukan pengakuan dari saya bahwa Festival internasional bambu festival ini adalah salah satu festival terbaik di dunia

- Terbayar sudah kerja keras anak-anak muda Tubaba di sini Saya setiap penyelenggaraan apapun itu pasti ada fraksi-fraksi kecil pertikaian-pertikaian kecil tapi kita tidak bisa memandang pertikaian ini sebagai awal dari sebuah permusuhan anggap saja pertikaian atau fraksi-fraksi kecil ini adalah awal dari sebuah jalinan

- Saya analogikan ini dengan sebilah bambu 1 bilah bambu itu tidak bisa melakukan apa-apa tapi dua bilah bambu pasti bisa melakukan sesuatu paling tidak bisa dianyam dan untuk menganyam kita tidak bisa secara terus-menerus harus ada naik harus ada turun pertikaian-pertikaian ini mengantarkan kita pada perasaan fluktuasi emosi naik turun naik turunnya perasaan kita inilah yang membuat jalinan-jalinan energi kita bisa terancam dengan baik dan pada akhirnya bisa membentuk sebuah anyaman yang bisa berguna bagi kita semua

- Terakhir saya hanya menitipkan pesan kepada anak-anak muda di seluruh Tubaba apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah kita di Tubaba ini sangat keren dan sangat bagus dan buat saya pribadi sangat membanggakan Saya merasa sangat terhormat untuk berdiri sini jauh-jauh dari Bali untuk menghadiri penutupan dan juga pembukaan tubaba internasional bambu festival ini dan semua yang saya dapatkan disini tidak sia-sia dan bahkan jauh melebihi pengharapan yang sah dengan  Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada semuanya

4. Sambutan Bupati Tuba Barat sekaligus menutup Acara Festival Bambu

- Dengan berjalannya Waktu di kegiatan Festival Bambu i adalah suatu Kebharokahan dari Allah SWT dari beberapa catatan saya dalam rangka mengikuti pelaksanaan internasional bambu festival ini mulai dari awal sampai dengan malam hari ini penutupan ada beberapa catatan penting yang ingin saya kemukakan pada kesempatan malam yang berbahagia ini yaitu :

             "Pertama bahwa festival ini tidak hanya sekedar menyajikan sebuah hiburan kepada warga masyarakat Tulang Bawang Barat tetapi festival ini lebih jauh daripada itu adalah mendidik masyarakat Kabupaten Tulang Bawang Barat karena ruh dari festival ini adalah sebenarnya ingin kita melakukan pendidikan secara besar-besaran terhadap masyarakat Tulang Bawang Barat.

             "Kedua festival ini juga tidak hanya sekedar festival ini juga akan menjadi titik sekaligus tahapan perjalanan kita semua untuk menuju ke masa depan yang lebih baik lagi dalam kehidupan kita khususnya utk kehidupan warga masyarakat Tubaba.

             "Ketiga festival ini juga sekaligus ujian terhadap orang maupun barang bagaimana kita meningkatkan kualitas orang tubaba bagaimana kita meningkatkan barang-barang yang akan ada di tubaba ini sekali lagi ini adalah ujian bagi orang-orang dan barang-barang yang layak ada di Tubaba


            "Keempat saya juga mencatat hadir di dalam festival ini beberapa hal-hal yang sangat keren yang pertama tadi pagi saya melihat ada segerombolan anak anak kecil usia usia sekolah dasar dan rombongan ibu-ibu yang hadir membawa kantung dan memungut sampah plastik dalam kegiatan festival internasional ini ini adalah kerja kerja yang luar biasa kerja kerja mereka sangat menarik kerja kerja mereka adalah kerja kerja yang terpuji dan sangat mulia mereka memberikan contoh kepada kita semua bahwa kita ingin mengurangi sampah sampah plastik kemudian saya juga melihat ada kehadiran yang juga dari Komunitas Pencinta Burung Perkutut yaitu denga untuk menjaga kelestarian alam mereka juga ingin menjaga bagaimana keseimbangan burung burung perkutut yang ada jadi memelihara 2 melepas 1 itu juga adalah komitmen yang sangat kuat untuk menjaga keseimbangan dan ada juga komunitas brugo yang hadir juga dengan komitmen yang sama untuk menjaga kelestarian alam dan hadir juga banyak anak-anak muda di dalam festival ini yang penuh kreatif dan membanggakan bagi Kabupaten Tulang Bawang Barat yang kita cintai ini kemudian yang terakhir festival ini juga mencerminkan kolaborasi yang sangat baik kolaborasi antara pemerintah daerah pemerintah pusat anak-anak muda dan lain sebagainya ini tercermin di dalam festival yang kita gelar sangat baik ini kemudian terakhir kami juga atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja ya kerja mulia ini atas kerja Kerja baik ini kepada semua pihak yang telah terlibat dalam sukses suksesnya penyelenggaraan festival yang yang kita gelar di tahun 2020 ada kementerian pendidikan sekolah seni itu bapak rumah intaran studio mas Ipan dan semua pengampu acara yang telah menyelenggarakan acara ini dengan baik Semoga Kegiatan ini tidak hanya berhenti di titik ini kita masih banyak kegiatan-kegiatan di masa-masa yang akan datang untuk terus kita laksanakan Terima kasih sekali lagi kepada semua pihak yang telah membantu penyelenggaraan kegiatan ini dan Dengan mengucap Alhamdulillah Festival Bambu di Tutup. (ROBERT/ADV)****

 

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA