Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

“Jangan Bodohi Rakyat Dengan Mengatasnamakan Ombibuslaw”

 


Oleh: Anton Charliyan

TERLEPAS dari benar dan salah , baik dan buruk, merugikan atau tidak , suara untuk rakyat atau bukan…..?! Ini yang menjadi unek unek dihati. Cuma kalau kita lihat dari sisi hati nurani dan sisi logika yang sangat sederhana saja, aksi demo menolak Omnibus Law atau UU Cipta Kerja kemarin ini terkesan terlalu dibesar-besarkan . dibuat-buat dan bahkan sangat lebay ...

Sebuah undang undang ketika masih jadi RUU sebelum diputuskan dan diketok palu, pastinya sudah  melalui proses yang sangat panjang:   melalui kajian , diskusi , seminar dll. Bahkan melalui  puluhan kali sidang , mulai dari sidang internal, sidang komisi  sidang pleno sampai sidang paripurna dst..sebelum sampai pada tahap terakhir finalisasi. Iya kan?

Hal yang menjadi tanda tanya dan mengherankan, pada kemanakah mereka yang saat ini ramai ramai demo , pada saat itu ???

          Kalau mereka bilang “Tidak tahu…” itu semua bullshit.karena di DPR itu hadir seluruh komponen wakil rakyat se Nusantara , baik dari kalangan parpol , daerah daerah , suku ;  agama, adat , budaya dll. Juga  termasuk  ormas. komunitas, perkumpulan dll. Semua ikut terlibat tanpa ada satu orang anggota pun yang tidak diundang dan diberi tahu. Kalau mereka mau kritis dan peka, tentunya tinggal kasih tahu komunitasnya masing masing saar itu juga untuk menyampaikan keberatan keberatan. Simple kan…!    

Justru yang mengherankan, kenapa baru ramai setelah diketok dan disyahkan , seolah olah skenarionya itu, dibiarkan ,  dijebak, agar  masuk got dan selokan dulu;  baru setelah itu disalahkan ramai ramai; kemudian ditimpuk dan digebuki dari segala arah. Apalagi dengan agenda aksi yang berjilid jilid, makin nampaklah ke lebaianya .terlebih lebih setelah itu yang turun bukan lagi dari kalangan kaum buruh tapi dari kalangan mahasiswa ????

          Tapi masih mending dan masih bisa dipahami jika mahasiswa ikut campur sebagai bentuk kepedulian,..! Kalau ini,saya sangat apresiasi kaum mahasiswa paduli terhadap nasib kaum buruh…

Namun   ada hal yang lebih tidak masuk akal lagi,  sekarang yang melakukan aksi demo itu malah dari kalangan ; yang selama ini selalu membawa bawa bendera agama ..yakni dari alumnus 212. FPI, GNF plus KAMI dll, yang notabene merupakan BSH (Barisan Sakit Hati) yang selama ini selalu mencari gara gara dan bikin gaduh  .. Apa pula hubugan langsung antara buruh dan agama ???   

Sepengetahuan saya, perjuangan agama itu semua orang tahu  yang harus dimaximalkan adalah syiar dan dakwahnya,  bukan aksi dan demo. Karena tidak ada dalam sejarah atau riwayat Baginda Rosulullah SAW memperjuangan Islam dan kebenaran melalui cara aksi dan berdemo..? Apalagi tuntutan aksinya sekarang ini BUKAN OMNIBUS LAW lagi  tapi TURUNKAN JOKOWI…..!!! Perintah & targetnya: Lakukan terus aksi demo sampai Jokowi turun… !!!   Jujur saja, di negara kita ini , kadang aneh bin ajaib juga yaaa  , DPR yang berbuat , DPR yang  ketuk palu ,  koq Presiden yang  jadi salah....!!  Yaaa.dari sini semakin jelas bahwa Ombibus Law hanyalah sebagai Triger pemicu saja...Sebetulnya semua itu tidak begitu penting,  apakah ini benar atau salah,  untuk kepentingan rakyat atau bukan…! Karena ujung-ujungnya disetiap aksipun tuntutanya tetap saja sama : " Turunkan Jokowi" apapun makannya, minumannya Teh Botol ….!!!! Begitulah kura-kura  (kira-kira)…..

Dengan analisis yang sederhana ini , masihkah kita percaya bahwa mereka semua itu memperjuangkan Ombibus Law  atau UU Cipta Kerja??? Kira kira pantaskah aksi aksi mereka itu ???

Secara moral dan etika,  yang bergerak disaat  bangsa sedang sakit berduka sedang prihatin,.sedang konsentrasi dengan pandemi Covid 19, sebagai seorang anak bangsa yang peduli  dan bertanggung jawab, bukannya ikut membantu meringankan penderitaan masyarakat, malah ini ujung-ujungnya teriak teriak TURUNKAN JOKOWI ..Ini tidak lebih ibarat sedang jatuh ditimpuk tangga lagi ...Bukankah dengan adanya seruan seruan  tsb, bukan hanya secara moral dan etika sangat tidak pantas, tapi secara hukumpun mungkin sudah bisa dikategorikan ke dalam Ranah Percobaan Makar ???  Selamat yaaa , kepada para pejuang yang senantiasa mengatasnamakan agama dan demokrasi.  Dimana sekarang semua orang tahu, siapa sesungguhnya anda anda semua ini, tidak lain dan tidak bukan; Hanyalah sekumpulan makhluk yang senantiasa memelihara, memupuk dan mengembangkan terus Syahwat Keinginan  dan Keegoan  untuk berkuasa ....!!

 

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA