Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Gelper Merambah ke Kawasan Pinggiran di Wilayah Kota Dumai “Toke Gelper Mencetak Uang, Rakyat Sengsara”

 


Dumai: NUANSA POST.

Akhir-akhir ini bisnis hiburan berbau judi (Gelper) kian marak di wilayah kota Dumai. Meski usaha Gelper ini disoroti lapisan masyarakat justru makin merajalela. Sekarang ini sudah merambah masuk dipelosok wilayah kota Dumai, warga menjadi gerah dan bisa jadi resah.

Gelanggang permainan (Gelper) yang beroperasi tanpa ada izin dari Pemerintah berjalan dengan aman-aman di wilayah pinggiran kota Dumai. Seperti di beberapa Daerah Kelurahan di Kecamatan Bukit Kapur dalam satu tahun terakhir ini bisa dibilang sukses. Hal tersebut dikarenakan tidak ada tindakan hukum yang tegas terhadap pemilik mesin elektronik/mesin game tembak burung dan tembak ikan tersebut sehingga merasa diatas angin tak tersentuh hukum.

Pantauan beberapa awak media yang menelusuri wilayah Kecamatan Bukit Kapur, Toke atau pengusaha Gelper berbau judi tersebut telah menguasai Kecamatan Bukit Kapur dengan menempatkan mesin ketangkasan tembak burung dan ikan tanpa hambatan. Sudah sejak lama disoroti masyarakat bahkan menjadi viral pemberitaan sejumlah media, tetapi tetap kebal hukum.

Ironisnya pengusaha pencetak uang lewat bisnis Gelper berbau judi itu setelah  sukses beroperasi di wilayah Kecamatan Bukit Kapur, pembisnis Gelper yang menyediakan mesin game, mengembangkan usahanya merambah masuk ke wilayah Kecamatan Sungai Sembilan. Padahal lima bulan yang lalu Gelper berbau judi yang beroperasi di Kecamatan Sungai Sembilan ada 21 titik semua gulung tikar karna di demo omak-omak (ibu rumah tangga). Tetapi kini nyatanya mesin judi game tembak burung tembak ikan tersebut kembali di sebar dibeberapa titik di Kecamatan Sungai Sembilan.

Pantauan tim awak media bersama awak media ini di lapangan, Selasa, (06/10/2020) di Daerah Penerbit Kelurahan Tanjung Penyembal, tak jauh dari PT Ivo Mas terdapat rumah warga yang dijadikan tempat permainan mesin ketangkasan. Dan beroperasi aman-aman karena tidak ada hambatan. Diduga kaum ibu rumah tangga diwilayah itu belum mengetahui kehadiran Gelper berbau judi itu beroperasi kembali. Bahkan pihak berwajib di wilayah itu belum bertindak sesuai hukum yang berlaku.

Awak media mensinyalir, berpindahnya Arena Gelper ke kawasan pinggiran dipicu adanya pengerebekan oleh Pihak Kepolisian baru-baru ini, dijalan Ombak Dumai oleh petugas Opsnal dari Polda Riau. Selain itu penggerebekan juga dilakukan Opsnal Polres Dumai di Daerah kelurahan Kayu Kapur beberapa waktu lalu. Dan menjadi pemberitaan hangat disejumlah media. Nyatanya kejadian tersebut tidak membuat ciut nyali Cukong atau Bos Gelper, malahan semakin menjadi-jadi sehingga timbul asumsi beragam di tengah-tengah Masyarakat. Bahkan sebagian warga menilai bisnis Gelper berbau judi itu di duga ada yang membeking. Praktek Gelper itu mencetak uang dengan cara mengkuras isi kocek para pemain. Dan sudah banyak anggota warga ekonominya bangkrut lantaran uangnya habis disedot Gelper berbau judi tersebut.

Banyak persepsi miring terlontar oleh oknum anggota warga masyarakat yang ada di wilayah Sungai Sembilan. Seperti dikutip awak media ini di lapangan, Selasa (06/09/2020) oknum warga berucap Maraknya Mesin Gelper di kawasan pinggiran diduga ada praktek kongkalikong antara Bos Gelper dengan Oknum tertentu, Bahkan diatur strategi biar mulus masuk dipelosok. Padahal masyarakat sudah memahami Gelper itu, karena jelas-jelas itu adalah berbau judi yang dibungkus dengan hiburan, tetapi kenapa tidak ada upaya untuk memberantas. ungkapnya, dan minta tidak ditulis namanya.

Lain lagi dengan warga lainnya yang melontarkan ucapan hampir sama, Judi Gelper ini bukan tidak bisa diberantas, hanya apakah ada kemauan dari pihak yang berkompeten untuk menerapkan supremasi hukum. Pertanyaannya, kenapa ada yang digerebek dan ada tidak digerebek, “terkesan berpihak”, berarti ada tebang pilih dalam penegakan hukum, inikan aneh seharusnya semua diberantas, buktinya tak usah jauh-jauh dampak dari tindakan pihak berwajib belum lama ini mengerebek Gelper di Jalan Ombak dan diwilayah Kecamatan Bukit Kapur, ternyata sampai sekarang masih ada yang buka/beroperasi dan sebagian ada yang tutup. cetus warga tersebut, juga memohon tidak disebut namanya dalam pemberitaan media. Intinya masyarakat diwilayah Kecamatan Bukit Kapur dan di Kecamatan Sungai Sembilan bisnis judi lewat Gelper harus diberantas habis.(DS/RHMT).

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA