Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

AWPI Kota Bandar Lampung Layangkan Surat Kepolda, Sikapi Tindakan Refresif Kepada Jurnalis

 


Bandar Lampung – NUANSA POST

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kota Bandar Lampung mengecam tindakan intimidasi dari aparat kepolisian kepada sejumlah wartawan yang meliput aksi Demonstrasi Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang berlangsung di depan Gedung DPRD Provinsi Lampung, pada Rabu (8/10/2020) lalu.

Ketua DPC AWPI Kota Bandarlampung, Refky Rinaldy menyatakan kecewa dan juga marah atas apa yang terjadi terhadap jurnalis yang mendapat tindakan refresif dari oknum polisi. "Saya kecewa atas insiden ini, terlebih korban adalah pengurus saya di AWPI, atas nama AWPI kami mengecam keras tindakan tersebut," Tegas Refky. Jum'at(09/10/2020)

Selain itu, refky juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat DPC AWPI Kota Bandarlampung akan melayangkan surat kepada Kapolda Lampung guna melakukan audiensi dan meminta kejelasan pihak Polda Lampung. "Saya akan layangkan surat, kami ingin lebih memperjelas apakah polri dan Jurnalis ini bermusuhan, apakah Kerja kerja pers mengganggu instansi kepolisian, dan saya ingin mendengar langsung dari bapak Kapolda Lampung," Kata Refky

Kemudian, DPC AWPI Kota Bandarlampung juga akan menagih apa yang sudah pernah disampaikan oleh Kepala Bidang Humas Polda Lampung yang pernah mengatakan bahwa Polri yang bersifat pengayom, pelindung dan humanis katanya terhadap masyarakat terlebih Pers. "Kami ingin ada penegasan dari Pimpin Polda Lampung, apakah sebelum diturunkan diberikan arahan dan pandangan atau seperti apa, karena pada Nyata nya dilapangan sikap polri sangat jauh dari apa yang pernah di sampaikan pihak Polda," Ujarnya.

Diketahui beberapa jurnalis yang mendapatkan intimidasi yakni Udin dari media online Lampungsegalow, Ridho Lampungone, Hari Radar Radio, Angga Metrotv. Para jurnalis itu dilarang mengambil gambar maupun merekam video aksi penangkapan para pendemo yang diduga melakukan tindakan anarkis. Padahal, saat melakukan peliputan tersebut para jurnalis menggunakan seragam dan id card."Mungkin takut, kalau kerekam ke foto sama media, citra polri menjadi rusak, wajar saja kalau marah, akibat dari ulahnya sendiri yang salah," Tutup Refky dengan nada tinggi.(RIAN)

 

Posting Komentar

0 Komentar

Yayasan Berkah Lintas Pena

Yayasan Berkah Lintas Pena

LBH Tasikmalaya

LBH Tasikmalaya

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

Direksi PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA

PT LINTAS PENA MEDIA